Pelukan Ibu Jadi Satu-satunya Obat Penenang Kegelisahan Anak

Pada 22 Desember nanti, seluruh Ibu di Indonesia akan memperingati Hari Ibu yang sangat bermakna. Hari Ibu yang ditetapkan saat Kongres Perempuan Indonesia III oleh Presiden Soekarno tersebut merupakan bentuk penghargaan bagi sosok Ibu tercinta. Ya, kasih sayang Ibu kepada buah hatinya memang tidak bisa tergantikan dengan apapun. Menariknya, kasih sayang Ibu yang diwujudkan lewat sebuah pelukan kepada si Kecil justru sarat akan makna.

Intensitas pelukan seorang Ibu, apalagi bagi si Kecil yang masih berusia bayi hingga balita memiliki peranan yang kuat untuk membentuk kepribadian buah hatinya. Bentuk kasih sayang Ibu ini menurut penelitian juga berfungsi menghindarkan si Kecil dari rasa gelisah dan stres. Penelitian yang dilakukan oleh The Urban Child Institute tersebut mengungkapkan bahwa touch, talk, and play adalah dasar dari pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Dilansir dari buku Safety, Nutrition and Health in Early Education oleh Cathie Robertson juga menyatakan bahwa anak-anak yang memiliki masa kecil berkualitas mempunyai risiko stress lebih kecil di masa yang akan datang.

Masa “berlaku” pelukan dari Ibu ini tidak hanya disarankan saat buah hati masih bayi, melainkan lebih dari itu. Pelukan tersebut bisa diberikan sampai buah hati dewasa tentunya dengan kadar yang berbeda. Misalkan saja saat si Kecil berusia 3 tahun, pelukan dari Ibu bisa mengajarkan si Kecil untuk mampu berpisah sementara dari Ibunya.

Caranya adalah dengan memeluknya sebelum meninggalkannya, sesekali tengoklah si Kecil saat bermain sendiri sebelum Ibu kembali pada pekerjaan rumah yang tertunda. Nah, berbeda jika usia si Kecil sudah memasuki balita. Kini, si Kecil sudah bisa membedakan khayalan dan kenyataan, disinilah si Kecil mulai takut pada banyak hal. Ada yang takut kepada hewan tertentu, petir, hujan lebat, atau semacamnya.

Pelukan Ibu disaat-saat seperti itu bisa menghibur si Kecil yang sedang dalam ketakutan. Si Kecil akan merasa lebih baik. Ibu bisa mulai memberikan pengertian secara lembut mengenai hal-hal yang ditakutinya tadi, sehingga lambat laun si Kecil akan mengerti bahwa ketakutannya bisa dikalahkan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait