Sate Taichan Vs Diet Sehat

Keanekaragaman kuliner Indonesia kini bertambah dengan adanya kehadiran satu jenis sate baru yang baru-baru ini popularitasnya melejit. Sate baru ini disebut sate taichan. Sate taichan banyak dijual di kedai-kedai pada malam hari. Sate taichan, yang disajikan tanpa bumbu ini, bermula di sebuah kedai sate di Senayan, ketika seorang pria asal Jepang meracik sendiri satenya dengan mengoleskan garam ke daging ayamnya, beserta jeruk nipis dan sambal. Setelah meracik, ketika ditanya, pria tersebut menyebut “taichan” sebagai nama sate tersebut.

Lantas, bagaimana konsumsi sate taichan untuk orang yang sedang menjalankan program diet sehat? Untuk diet, makanan kaya protein ini ternyata dibuat dari bagian dada ayam yang tidak mengandung bagian berlemak. Pada sate taichan pun tidak menggunakan bagian kulit ayam untuk dibakar. Kedua hal tersebut juga memberikan tampilan akhir lebih menarik karena warnanya yang relatif bersih.

Ketika mengonsumsi sate taichan dengan sambalnya yang pedas, Ibu yang sedang menjalankan program diet juga dapat memperoleh manfaat lain. Selain membangkitkan selera makan, makanan pedas ternyata juga mengandung capsaicin yang dapat membantu membakar lemak serta mempercepat proses metabolisme dalam tubuh.

Namun, terdapat hal yan Ibu perhatikan ketika mengonsumsi sate taichan. Lezatnya sate taichan sebaiknya tidak merusak diet sehat yang Ibu lakukan, ya. Trik diet sehat yang dapat Ibu lakukan ketika mengonsumsi sate taichan adalah membatasi jumlah sate yang Ibu konsumsi dalam satu kali makan. Walaupun umumnya satu porsi sate disajikan dengan jumlah 10 tusuk, secara ideal jumlah tusuk sate yang pas untuk dikonsumsi adalah sekitar 5-6 tusuk sate saja. Jadi, selamat mengonsumsi lezatnya sate taichan selagi hangat! 

Share artikel ini:

Artikel Terkait