4 Alternatif Bisnis Rumahan

Siapa bilang memulai usaha itu sulit dan butuh modal besar? Dengan sedikit kreativitas dan ketekunan, Anda bisa menyulap hobi jadi bisnis rumahan yang bisa mendatangkan uang. Siapa tahu dari kecil-kecilan bisa berkembang mencapai hasil yang lebih baik di masa depan. Yuk, kita coba.

Sprei dan Bed Cover
Peluang usaha ini cukup menggiurkan. Karena, jika membeli pakaian orang biasanya mencari waktu khusus untuk hunting, tidak demikian dengan sprei dan bed cover. Orang biasanya lebih senang terima jadi, tidak mau repot. Bila Anda memberi pilihan motif yang bagus, bahan yang nyaman dan harga kompetitif, tak sulit untuk memasarkannya. Anda bisa memulai dengan modal yang tak begitu besar. Berdasarkan pengalaman mereka yang sudah menjalaninya, dengan uang sejuta rupiah saja Anda sudah bisa mulai.

Kebutuhan untuk bisnis ini:

  • Bahan. Harganya sangat variatif tergantung jenis bahannya. Sebagai gambaran bisa berkisar Rp 20 ribuan per meter.
  • Untuk sprei ukuran king biasanya membutuhkan 4, 25 meter. Sedangkan yang ukuran single sekitar 2,5 meter.
  • Bila tidak bisa menjahit sendiri, Anda bisa mempekerjakan tukang jahit yang biasa dibayar per satuan. Ongkos menjahit per satuan sekitar Rp 15.000 - Rp 20.000.
  • Tali, benang, dan perlengkapan jahit lainnya yang biasa dibeli dalam jumlah kiloan atau lusinan.

Tempat membeli bahan:
Pasar tekstil seperti Pasar Cipadu, Tangerang, Pasar Tanah Abang, Pasar Baru.

Harga jual:
Tergantung ongkos produksi yang dikeluarkan. Hitunglah total ongkos produksinya terlebih dahulu, kemudian mark up (tambahkan) sekitar 25-30% untuk menentukan harga jual. Umumnya sprei tersebut dijual dengan harga sekitar Rp150.000,- ke atas.

Pemasaran:
Anda bisa masuk ke kantor-kantor (dengan memanfaatkan bantuan teman-teman di kantor Anda dulu), tetangga, saudara, teman, dan sebagainya. Biasanya sistem pembayarannya secara cash atau kredit. Selain itu, Anda juga bisa ikut pameran-pameran yang sering dilakukan di gedung-gedung perkantoran atau mal. Harga sewa stand berkisar Rp 500 ribu-jutaan (tergantung lokasi). Anda juga bisa memasarkan lewat internet. Bergabung dengan milis sangat disarankan. Alternatif lain, titip jual di department-department store, serta menyewa kios atau tempat di lokasi-lokasi strategis.

Bingkai Foto
Di zaman seperti sekarang, siapa yang tak suka memajang foto? Itu sebabnya usaha semacam ini selalu menarik untuk ditekuni. Untuk berkiprah di bidang ini Anda perlu memiliki jiwa seni dan suka berkreasi. Selain itu juga perlu pandai membaca selera pasar. Pada "musim-musim kawin" bisnis ini biasanya menggairahkan, karena banyak yang memanfaatkannya untuk suvenir perkawinan.

Modal: Sekitar Rp 7 juta.

Kebutuhan untuk bisnis ini:

  • Kayu (jenisnya sangat variatif). Biasanya dijual per meter kubik. Harganya berkisar puluhan hingga ratusan ribu rupiah.
  • Kompresor. Harganya cukup mahal, di atas Rp1 juta.
  • Kaca, cat, dan sebagainya
  • Listrik. Karena watt untuk kompresor dan alat potong cukup besar.
  • Untuk pengerjaan, Anda bisa mempekerjakan tukang yang biasa mengerjakan frame/bingkai dan dibayar per satuan. Ongkos kerja sekitar Rp 10.000/per frame. Untuk ukuran besar atau pesanan khusus, ongkosnya bisa Anda sesuaikan sendiri.
  • Ukuran yang biasanya dibuat tergantung keinginan Anda. Biasanya dari ukuran mini, 3 R, 4 R, dan seterusnya.

Tempat membeli kayu:
Klender

Harga jual:
Prinsipnya sama saja. Hitung dulu ongkos produksi yang dikeluarkan, lalu tambahkan sekitar 25-30% untuk menentukan harga jualnya. Sebagai patokan, Anda bisa menjual bingkai foto dengan harga Rp15.000-tak terbatas (sesuai ukuran, jenis kayu yang digunakan, dan kerumitan model).

Pemasaran:
Anda bisa membuat galeri sendiri di garasi atau rumah, menyewa tempat, ikut pameran atau menitip jual di toko-toko seperti toko buku, pernik atau galeri lain. Anda bisa juga menitip koleksi Anda di tempat pemesanan undangan. Cara yang masih efektif sebenarnya dari mulut ke mulut. Bisa dimulai dari saudara, tetangga, teman kemudian beranikan diri datang ke kantor-kantor menawarkan frame Anda. Jangan lupa untuk selalu mencantumkan merek dan nomor kontak di setiap frame ataupun kemasannya.

Lilin Hias
Meski tidak seramai dulu, penggemar lilin hias masih cukup banyak. Karena membutuhkan keterampilan khusus, Anda bisa mengasahnya lewat buku-buku yang banyak dijual atau ikut kursus terlebih dulu. Setelah itu, kreasi Anda lah yang menentukan.

Modal:
Sekitar Rp 200 ribuan

Kebutuhan untuk bisnis ini:

  • Parafin yang dijual kiloan
  • Cetakan, bisa dari loyang kue atau silikon
  • Pewarna, dan lain sebagainya.

Tempat membeli parafin:
Toko-toko kimia

Harga jual:
Untuk harga disesuaikan dengan bentuk, ukuran dan kerumitan desain. Anda bisa menjualnya dengan harga Rp 5.000-puluhan ribu.

Pemasaran:
Galeri-galeri, toko-toko pernik dan suvenir pernikahan, serta pameran-pameran, atau titip jual di tempat pemesanan undangan.

Wadah Kotak
Kebutuhan orang untuk wadah yang cantik masih cukup tinggi. Karena wadah ini biasanya digunakan untuk wadah kado, kue, hantaran pernikahan, hantaran lebaran, dan lain sebagainya. Masa panennya menjelang hari raya, dan musim-musim pernikahan untuk dijadikan hantaran atau wadah suvenir. Jangan lupa mencantumkan merek dan alamat serta nomor kontak yang bisa dihubungi di setiap kotak Anda. Jika memungkinkan, berilah satu ciri untuk memudahkan orang mengenali karya Anda.

Modal:
Rp 6-8 jutaan

Kebutuhan untuk bisnis ini:

  • Kertas karton dengan ketebalan 40 cm
  • Kertas hias dan hiasan-hiasan lain

Tempat membeli karton:
Kota dan Pertukangan (dekat Mangga Dua)

Harga jual:
Ongkos produksi ditambah 25%. Anda bisa menjual kotak seharga Rp 8000-tak terhingga.

Pemasaran:
Dari mulut ke mulut, galeri, department-department store atau membuka toko sendiri, serta rajin ikut pameran.

Kunci Sukses Usaha

  • Berani Ambil Risiko
    Sebuah risiko yang diperhitungkan dengan baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil.
  • Piawai Menjual
    Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci sukses. Selain itu, kemampuan memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangkan usaha.
  • Memperluas network
    Teman akan membantu mengembangkan usaha, memberi nasehat dan membantu menolong pada masa sulit.
  • Berani Gagal
    Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko gagal dan bila itu terjadi, bersiap dan hadapilah.
  • Ayo Lakukan Sekarang
    Kalau terlalu banyak pertimbangan, Anda bisa ketinggalan kereta.

( PT.Nestlé Indonesia bekerja sama dengan Majalah Chic)

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait