Atur Keinginan Agar Tujuan Tercapai

Keinginan kita bisa berfungsi ganda. Bisa membuahkan kebahagiaan dan dapat pula membuahkan penderitaan atau bisa mendorong tercapainya kemajuan dan dapat pula mengakibatkan kehancuran. Intinya, bisa menambah plus dan dapat pula menambah minus.

Kapan keinginan itu akan membuahkan berbagai nilai positif?

Pertama, ketika keinginan itu jelas bentuknya. Maksudnya, keinginan itu bukan sebuah khayalan yang membuat kita semakin malas. Di dunia karier, kita di sarankan agar terus mendorong diri kita untuk meraih yang lebih baik. Sebab, di saat kita sudah tak ada keinginan lagi, jiwa dan karier kita akan terancam kemajuannya.

Kedua, ketika keinginan itu spesifik dan fokus, dalam arti bisa menjadi fasilitas bagi menyatunya konsentrasi pikiran, sensasi perasaan, keyakinan hati, dan tindakan. Maksudnya, keinginan itu bukan berganti-ganti. Hari ini kita ingin naik jabatan, besok ingin pindah kerja, besoknya lagi ingin jadi pengusaha, dan seterusnya.

Ketiga, ketika keinginan itu ada ukurannya yang nyata atau bisa dinyatakan di dunia ini, bukan sebuah keinginan yang abstrak, seperti ingin kaya, ingin bahagia, atau ingin sejahtera. Munculkan ukuran yang menjadi padanan atau bentuk nyata dari  keinginan itu, misalnya pembangunan rumah atau tabungan (sejahtera),  meningkatkan dialog dengan pasangan (bahagia), dan seterusnya.

Keempat, ketika keinginan itu menurut kita sangat bisa dicapai atau sangat mungkin dicapai sehingga menantang kita untuk melakukan sesuatu yang lebih, entah lebih baik, lebih tinggi atau lebih besar. Achieve more, learn more, and do more.

Untuk menghindari perbedaan opini mengenai apakah Anda layak atau tidak dengan keinginan itu, nyatakan keinginan hanya kepada orang yang mendukung. Jangan nyatakan keinginan kepada orang yang opininya mendemotivasi Anda.

Dalam banyak hal, tercapainya keinginan kita itu mayoritasnya ditentukan oleh sejauhmana kita yakin, sebesar apa keberanian kita menjalani keyakinan itu, dan sekreatif apa kita menggunakan pikiran untuk menyiasati keadaan.

Kelima, ketika keinginan itu dapat kita atur proses pencapaiannya sesuai keadaan dan kemampuan, misalnya ada yang jangka pendek, menengah, atau panjang. Semakin kita bisa menciptakan koordinasi, berarti semakin bagus.

Bagaimana jika keinginan itu sudah kita atur sedemikian rupa tapi masih tetap belum membuahkan hasil? Sejauh kita tetap melakukan sesuatu yang positif dan untuk keinginan yang positif, maka kita akan PASTI mendapatkan balasan, bisa lebih baik atau bisa setimpal. Syaratnya memang perlu keimanan.

Semoga bermanfaat.   

* lifeskill facilitator, penulis dan learning counselor

Share artikel ini:

Artikel Terkait