Bagaimana Mulai Menjadi Self-Employer?

Menurut trend, jumlah pekerja yang mulai menggemari menjadi self-employer / employee di rumah ini akan terus bertambah. Sementara, jumlah orang yang menggemari bekerja dari 8-5 sore akan menurun.

Meski tren itu baru kelihatan mencolok di negara maju, tapi di negara seperti kita pun sudah mulai bisa dirasakan. Alasannya banyak. Kemudahan akses yang diberikan oleh informasi, sains, dan teknologi menjadi pemicu.

Di samping itu, kesemrawutan sosial, seperti kemacetan di ibu kota, menjadi salah satu pertimbangan.

Yang juga ikut menjadi pemicu adalah kesadaran orang tentang pentingnya quality time dengan keluarga.

Apa yang perlu dipersiapkan jika Anda ingin mulain menjadi self-employer ini? Jika sampai hari ini masih berstatus sebagai pegawai, rintislah lebih dulu. Jangan keluar.

Ibarat orang melangkah, satu kaki untuk menahan, dan yang satunya untuk menjajal langkah baru. Lain soal kalau memang statusnya sudah terlanjur bukan pegawai. Mau tidak mau kita harus all-out.

Terlepas soal status itu, tapi  prinsip yang harus kita pedomani adalah: “Semua orang hidup dengan menjual sesuatu dari darinya”. Artinya, mau kita pegawai, majikan, atau bekerja sendiri, tetap saja kita ini sebetulnya penjual.

Soal yang kita jual itu kompetensi (jasa profesional) atau bisnis, itu hal lain. Namanya penjual, tentu ada tuntutan dasar yang harus kita penuhi agar semuanya lancar, antara lain:

Pembeda plus

Selain harus bisa menghadirkan kualitas kerja yang bisa diterima, kita harus bisa menghadirkan pembeda plus. Bisa dari cara yang mudah dan halal, misalnya kecepatan, kebaikan, atau kedekatan.

Jaringan

Pertahankan dan tambahlah jaringan Anda, entah yang terkait langsung atau yang tidak,  dan entah dengan cara yang langsung atau melalui orang yang Anda kenal. Jaringan adalah product.

 

Fleksibel dan kreatif.

Inilah kunci kemenangan kita dibanding dengan perusahaan. Mereka sulit untuk menjadi fleksibel dan kreatif. So, kita harus menjadi penjual yang fleksibel dan kreatif.

Learning  

Tanpa learning, dengan sendirinya kita akan kalah, mandek, atau mati. Kenapa? Permintaan orang lain terus berkembang, sementara kompetitor juga bertambah. Learning adalah menciptakan perubahan berdasarkan pengalaman atau pengetahuan.

Tetap Menjaga Keseimbangan

Ini adalah sumber kesehatan. Kesehatan adalah nikmat yang paling fundamental.  Kalau pekerjaan kita banyak duduk, harus menyediakan waktu untuk jalan. Jangan sampai mengorbankan kesehatan sehingga nanti kita akan mengorbankan banyak hal untuk kesehatan.

Sebagai tambahan, jika aktivitas kita memang diharapkan sebagai sumber utama penghasilan, sebaiknya jangan hanya punya satu pegangan. Temukan 2-3 warna atau macam, yang penting terukur dan saling mendukung.

Share artikel ini:

Artikel Terkait