Dari Hobi Jadi Bisnis

Apa hobi Anda? Jangan anggap remeh hobi, sebab seperti yang telah dibuktikan beberapa orang, bila ditekuni hobi bisa dikembangkan menjadi bisnis yang cukup menguntungkan. Tanyakan saja pada Nining, yang lewat kemampuan dan hobi menjahitnya berhasil mengembangkan usaha pakaian jadi. Produk karyanya dengan label Tara Tami tak hanya bisa didapatkan di department store terkemuka, namun juga telah mengisi beberapa butik di negara tetangga.

Bisnis yang kini ditekuni Nining ini sebenarnya dimulai dengan coba-coba belaka selagi ia tinggal di Mataram, Lombok. Setelah tidak lagi bekerja tetap karena bank tempatnya bekerja gulung tikar, Nining yang kala itu sedang mengandung anak pertama sempat bingung mencari aktivitas. “Kebetulan adik saya kirim buku patchwork, lalu saya coba. Saya memang punya dasar menjahit karena dari kecil ibu mengkursuskan saya menjahit,” kisahnya. Perlengkapan kamar bayi yang dibuatnya sendiri ternyata mengundang minat beberapa teman, sehingga ia pun mulai menerima pesanan dan membuka usaha di Lombok. Usahanya itu hanya berjalan sekitar dua tahun, karena sang suami kemudian ditugaskan di Jakarta.

“Di Jakarta saya mulai dari nol lagi. Tidak tahu harus memulai apa, dan kenalan pun sangat sedikit. Maka dengan persetujuan suami ia memulai usaha membuat sprei dengan mempekerjakan satu pegawai. “Waktu itu saya pasarkan pada teman-teman sesama ibu di sekolah anak saya. Tapi orang membeli sprei kan tidak setiap hari, hanya sesekali” papar ibu dua anak ini.

Sampai suatu hari ia mengenakan tunik dengan aksen bordir buatannya sendiri saat mengantar anaknya sekolah, dan ternyata banyak yang memesan. Ia pun langsung belanja kain lalu membuat sepuluh baju. Seminggu kemudian, ia menawarkan baju buatannya dan ternyata hanya sisa satu atau dua, lebih karena ukuran yang kurang sesuai. “Wah rasanya senang sekali, dan semangat sekali untuk hidup. Setelah berdiskusi dengan suami, akhirnya saya menyewa satu rumah kecil dan mempekerjakan seorang penjahit serta seorang tukang bordir,” kisahnya tentang prosesnya membangun usaha.

Diakuinya, proses memulai bisnis memang tidak mudah, ia belajar membuat desain secara otodidak. Saat itu Nining belum memasarkan produknya, namun hanya ikut bazaar menerima pesanan, misalnya membuat bedcover quilt yang diekspor ke Italia. “Setelah enam bulan, usaha ini mulai berkembang hingga harus menyewa dua ruko kecil, untuk memproduksi baju, handicraft, dan bedcover,” ujarnya.

Adalah ajang pameran Inacraft yang membuat busana karyanya makin dikenal. Produknya laku keras. Usai Inacraft ia mendapat undangan berpameran di Belanda dan Malaysia. Nining memutuskan untuk ikut pameran di Malaysia walau sempat ragu apakah desainnya akan disukai. Saya sangat bersyukur, ternyata buat orang Malaysia, desain modern dan warna soft dari produk saya dianggap sebagai sesuatu yang baru dan berbeda. Dari pameran itu, saya mendapat 5-6 buyer di Malaysia.”

Undangan pameran ke luar negeri yang kemudian mengalir dianggap Nining memberinya banyak kesempatan untuk belajar tentang bisnis. Kalau ke negara Asia masih bisa dibawa hand carry, tapi banyak buyer dari Afrika hingga Amerika yang tidak dapat saya follow up karena pengirimannya susah. Ya senang saja sekalian travelling, bayangkan saya yang hanya ibu rumah tangga bisa jalan-jalan ke berbagai negara,” ujarnya.

Tahun 2003, sebuah department store meminta Nining mengisi outlet mereka. Tawaran ini disambutnya dengan senang hati. “Saya pikir kalau di Jakarta sudah punya pasar yang pasti, saya tidak perlu meninggalkan rumah terlalu sering,” ujar wanita yang produk busananya juga kerap dipakai dalam sinetron ini. Nining kemudian memang memfokuskan bisnisnya ke bidang pakaian jadi, karena baginya amat mengasyikkan untuk dijalani. Kini ia telah memiliki 9 pegawai tetap dan 25 pegawai freelance yang setiap hari memproduksi busana-busana karyanya.

Tentang usahanya ini, Nining merasa senang karena meski punya bisnis, ia tetap bisa mengurus rumah dan anak-anaknya. Tak heran jika kemudian ia berkata, “Ternyata penting bagi seorang perempuan untuk punya satu skill atau hobi yang bisa dikerjakan di rumah. Dulu sempat sedih karena sebenarnya ingin bekerja kantoran, tapi sekarang Alhamdullilah bisa mempekerjakan orang, dan bisa bergaul dengan berbagai kalangan,” tegasnya sambil menutup pembicaraan.

Tara-Tami Craft & Embroidery
Jl. Cucur Timur XVIII, Blok C8/ 24-25
Bintaro Jaya Sektor IV
Tel: 021 7363680, E-mail: niningtaratami@yahoo.com

Share artikel ini:

Artikel Terkait