Ibu Pun Perlu Waktu Untuk Diri Sendiri

Bekerja atau tidak, kesibukkan seorang ibu tak bisa disangkal lagi. Di kantor, ibu harus berkonsentrasi dan memastikan semua pekerjaan dengan baik. Di rumah, ibu harus mendedikasikan waktu dan tenaga untuk menjaga agar kehidupan keluarga berjalan lancar, dan semua anggota keluarga merasa nyaman. Dengan semua kesibukan itu, kerap kali para ibu lupa atau tidak sempat meluangkan waktu untuk diri sendiri. Bahkan banyak yang merasa "bersalah" bila melakukan sesuatu untuk diri sendiri, karena seolah menelantarkan keluarganya.

Semestinya, ibu justru memerlukan ”me time” alias waktu untuk diri sendiri karena beberapa alasan:

  • Kesibukan dan jadwal yang padat karena bekerja dan mengurus keluarga, secara terus menerus dapat mendorong terjadinya stres. Menurut American Institute of Stress, relaksasi merupakan cara yang efektif untuk melepaskan stres, karena bila dibiarkan dapat memicu terjadinya gangguan kesehatan seperti hipertensi, stroke, gangguan jantung, diabetes, hingga nyeri leher atau pinggang.
  • Waktu luang untuk diri sendiri juga dapat membuat seseorang termotivasi dan merasa puas dalam berbagai segi kehidupan.
  • Dengan meluangkan waktu untuk diri sendiri, seseorang menyadari bahwa ia merupakan individu yang memiliki banyak minat dan kebutuhan yang penting untuk dipenuhi. Dengan menjaga keseimbangan diri sendiri, barulah seseorang dapat mengurus dan menjaga orang-orang yang dicintainya dengan baik.
  • Melakukan relaksasi atau kegiatan yang disukai juga membuat seseorang merasa lebih berenergi dan bersemangat untuk melakukan aktivitas lainnya.

Setelah memahami manfaatnya, mungkin pertanyaan berikut yang muncul dalam benak Anda adalah: Bagaimana menyiasatinya agar punya waktu untuk diri sendiri? Pertanyaan yang wajar, karena 24 jam dalam sehari seolah tak cukup untuk menyelesaikan semua tugas, apalagi meluangkan waktu untuk relaksasi. Berikut beberapa tips yang dapat Anda coba:

  • Sesungguhnya tidak perlu waktu lama, meluangkan 30 menit dalam satu hari sudah cukup memadai. Cobalah bangun lebih awal atau tidur lebih larut sebelum dan setelah anak tidur. Manfaatkan untuk minum teh sambil membaca majalah, berendam dengan bubble bath di bathtub, berolah raga, atau jalan santai di sekitar rumah. Cara lain, manfaatkan jam makan siang untuk janji bertemu dan makan siang bersama sahabat, berkunjung ke toko buku, atau sekedar window shopping.
  • Jangan lupakan hobi Anda. Sisihkan waktu khusus tiap minggu untuk menekuni hobi Anda. Misalnya sembari menunggu menjemput anak les, sepulang kantor, atau di akhir pekan.
  • Mempelajari hal baru juga dapat "menyegarkan" pikiran. Misalnya ikut kursus menyulam, memasak atau belajar main tenis.
  • Berbagi tugas dengan teman atau kerabat untuk saling menjaga anak-anak bergantian, sehingga ibu punya waktu luang untuk melakukan apa yang ia suka.
  • Sesekali luangkan waktu untuk nonton film, pertunjukan, teater atau musik favorit Anda. Boleh sesekali meminta suami menjaga anak-anak, ini bisa memberi kesempatan mendekatkan hubungan suami dan anak. Atau jika ada yang dapat menjaga anak-anak, manfaatkan kesempatan ini untuk pergi berdua bersama suami.

Jika Anda telah terbiasa meluangkan waktu untuk diri sendiri, Anda akan menyadari bahwa hari-hari Anda akan terasa lebih ringan dan menyenangkan, sehingga mood dan energi Anda pun akan lebih baik. Pada akhirnya keluarga pula yang akan merasakan manfaat dari hal ini. Seperti kata pepatah, "Happy Mom, Happy Family"

Share artikel ini:

Artikel Terkait