Ke Mana Perginya Bonus Akhir Tahun?

Kegembiraan sering kali memenuhi suasana akhir tahun. Alangkah serunya jika ada di antara Anda yang menerima bonus akhir tahun. Tapi nanti dulu, bonus akhir tahun ini biasanya dibagikan secara rutin setiap tahun. Lalu ke mana saja bonus Anda di tahun-tahun yang lampau?

Untuk Anda yang cermat mengurusi keuangan keluarga, tentu Anda sudah biasa mengalokasikan ke mana saja bonus tahunan ini pergi. Namun untuk Anda yang kurang cermat, jangan-jangan Anda memang tidak sadar kalau ada bonus yang lumayan besar setiap tahunnya.

Memperbaiki kondisi keuangan kita dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti mengurus bonus tahunan ini.

Mengelola Bonus Tahunan
Prinsip Dasar mengelola bonus tahunan ini sangat sederhana. Seharusnya penghasilan bulanan kita cukup untuk membiayai pengeluaran bulanan kita. Karena itu penghasilan tahunan kita seharusnya cukup untuk membiayai pengeluaran tahunan.

Maka yang pertama Anda perlu lakukan adalah menyusun apa saja penghasilan dan pengeluaran tahunan yang terjadi pada keluarga Anda.

Penghasilan tahunan keluarga Anda yang bekerja sebagai karyawan dapat terdiri dari Tunjangan Hari Raya, Bonus Tahunan dan Uang Cuti.

Sementara itu pengeluaran tahunan dapat terdiri dari :

  1. Premi Asuransi Jiwa, Kecelakaan, Kesehatan, Rumah dan Mobil
  2. Biaya Hari Raya
  3. Zakat / Sedekah / Perpuluhan / Charity lainnya
  4. Liburan Keluarga
  5. Perbaikan rumah
  6. ”Reward Ourselves”.

Selain itu untuk mempermudah alokasi penghasilan dan pengeluaran tahunan, sebaiknya Anda memiliki sebuah rekening khusus. Ini penting karena penerimaan penghasilan tahunan belum tentu datang pada waktu yang sama dengan keperluan kita membayarkan pengeluaran-pengeluaran tahunan yang banyak itu.

Bonus Tahunan untuk Investasi
Seharusnya penghasilan tahunan keluarga Anda lebih banyak dibandingkan pengeluaran tahunan. Sisa penghasilan tahunan ini pun dapat diinvestasikan untuk mencapai tujuan finansial keluarga.

Jika Anda sudah menentukan untuk apa saja pengeluaran tahunannya, tentu Anda akan tertantang untuk memiliki sisa yang dapat diinvestasikan. Perhatikan beberapa tujuan penting di bawah ini yang dapat lebih cepat tercapai dengan hadirnya sisa bonus tahunan.

  1. Dana Darurat
    Dalam implementasi Rencana Keuangan, Dana Darurat cenderung memiliki prioritas yang lebih rendah dibandingkan Dana Pendidikan. Padahal hal ini cukup penting untuk memastikan kestabilan kondisi keuangan seseorang, terutama untuk keluarga yang sudah memiliki anak.
  2. Dana Pendidikan Anak
    Orang tua mana yang tidak ingin memastikan Dana Pendidikan untuk anak-anaknya. Dalam kondisi seperti sekarang, tentunya tujuan jangka pendek untuk Dana Pendidikan menjadi sangat penting.
  3. Down Payment (DP) Properti
    Salah satu pengeluaran terbesar yang akan terjadi pada setiap orang adalah membeli tempat tinggal. Untuk mempercepat proses pemilikan properti, sebaiknya Anda segera mengumpulkan DP untuk properti tersebut. Bukankah akan sangat menyenangkan jika Anda bisa berkata, ”Bonus tahun ini jadi rumah lho.”

Dengan cara di atas, tentu Anda jadi lebih cerdas lagi mengelola keuangan keluarga.

(PT Nestlé Indonesia bekerja sama dengan Quantum Magna Financial)

Share artikel ini:

Artikel Terkait