Ketahui Rahasia Pembuatan dan Jenis Kue Keranjang, Yuk!

Menyambut datangnya tahun baru, kue keranjang mulai banyak diburu oleh masyarakat keturunan Tionghoa. Kue keranjang mulai dijual sebulan sebelum Imlek hingga satu minggu setelah Imlek.

Bahan untuk membuat kue keranjang tentunya tidak sulit untuk ditemukan, yaitu air, gula serta tepung beras ketan. Ketiganya dimasak sambil diaduk secara terus-menerus. Untuk membuat kue keranjang perlu waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 11-12 jam sebelum akhirnya dicetak dan dibungkus plastik.  

Bahkan dalam masa pembuatannya, ada kepercayaan yang dianut oleh para pembuat kue keranjang. Agar kue dapat sukses dibuat dan rasanya enak, pembuat harus memiliki hati yang bersih. Jika usaha membuat disertai oleh hati dan pikiran yang bersih, kue keranjang yang dibuat pun akan memiliki cita rasa serta tekstur yang baik. Namun, jika nilai tersebut tidak dianut, kemungkinan kue keranjang pun akan menjadi pucat dan lembek.

Ada dua jenis kue keranjang yang biasa ditemukan. Pertama, kue keranjang berbungkus daun dan kedua adalah yang berbungkus plastik. Untuk kue keranjang yang dibungkus daun pisang dapat bertahan selama 3-5 tahun. Sedangkan, yang berbungkus plastik hanya bertahan 1 tahun.

Jika masih baru, kue keranjang masih memiliki tekstur kenyal. Lambat laun, kue akan berubah menjadi semakin keras seiring berjalannya waktu. Agar menyimpannya lebih awet, kue ini dapat disimpan di dalam suhu ruangan, ya. Kue keranjang sebenarnya juga tidak perlu disimpan di tempat tertutup karena justru akan meningkatkan jamur pada permukaan kue. Kue dapat dibungkus dengan plastik atau disimpan di dalam lemari es.

Share artikel ini:

Artikel Terkait