Kiat Mengatur Urusan Bersama Pasangan

Sudah semakin biasa sekarang ini ada keluarga yang baik suami maupun istri kerja di luar rumah. Hal ini tentu selain bisa mendatangkan nikmat, bisa juga berpotensi mendatangkan musibah.
 
Berkarir di luar rumah bisa dipahami sebagai kenikmatan karena mengandung banyak hal yang positif, misalnya: self-esteem kita makin bagus, secara finansial lebih kuat, atau  masing-masing pasangan menjadi developing (berkembang).

Tapi tidak berarti hal ini terjadi tanpa konsekuensi. Dengan sama-sama bekerja, kita punya waktu yang terbatas untuk mengurusi urusan rumah tangga, dari mulai mengambil rapor anak, mendatangi guru kelas, hingga mendampingi anak belajar.

Konsekuensi demikian jika tidak dikelola, bisa menimbulkan masalah. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk menemukan bagaimana caranya supaya urusan di rumah maupun di kantor tetap lancar. Beberapa upaya penting itu  antara lain:

  1. Perencanaan dan persiapan, terutama menghadapi keadaan yang tidak normal.  Ini supaya kebutuhan anak tidak menjadi korban kepentingan kita, misalnya saat menerima rapor atau menghadiri undangan sekolah.
  2. Munculkan toleransi yang tinggi, yaitu yang saling memenangkan atau saling mengalah. Jangan sampai kita menuntut atau mengorbankan pasangan karena kita malas atau mau enaknya sendiri. Misalnya menolak mengantar anak ke rumah sakit demi kenyamanan pribadi.
  3. Jika toleransi itu belum terwujud, maka perlu ada pembagian tugas atau kesepakatan, seperti manajemen di kantor. 
  4. Delegasikan untuk hal-hal yang memang perlu didelegasikan. Jangan sampai sudahlah kita tidak ada yang di rumah, kita juga tidak  mau  mendelegasikan pekerjaan rumah ke orang yang bisa dipercaya. Ini bisa menyusahkan.
  5. Jangan jadikan alasan urusan rumah untuk merugikan pihak kantor. Karena kita bekerja dua-duanya, lantas kita sering merugikan kantor dengan alasan urusan rumah. Sebaiknya juga kita jangan mengeluhkan keadaan ini.
  6. Berbahagialah dengan keadaan kita saat ini sambil terus mencari terobosan yang bagus agar kita dan pasangan bisa lebih enjoy. Terbatasnya waktu justru akan semakin bermanfaat jika penggunaannya optimal.
  7. Jangan lupa sharing atau mencari pengetahuan baru. Bertukar pikiran dengan orang yang punya keadaan sama dan lebih senior akan memperluas pandangan. Membaca juga perlu untuk menemukan ide-ide baru.

Semoga bisa kita jalankan.

* lifeskill facilitator, penulis dan learning counselor

Share artikel ini:

Artikel Terkait