Membiasakan Ucapan Terima Kasih

Walau nampak sepele, tetapi kebiasaan anak untuk mengucapkan terima kasih saat menerima pertolongan atau bantuan itu tidak bisa kita anggap sebagai perilaku yang nanti muncul sendiri.

Kita semua perlu menanamkannya dari sejak kecil. Ini supaya ucapan terima kasih yang keluar dari mulut anak bukan sekedar ucapan kata-kata, atau meniru-niru saja,  tetapi sebuah nilai hidup yang ia pedomani.

Dikatakan nilai di sini berarti dia sudah sangat menyadari pentingnya mengucapkan terima kasih itu dengan alasan-alasan yang sangat mendasar dari dalam dirinya. Atau, dia sudah memunculkan perasaan bersalah ketika lupa mengucapkannya.

Kalau melihat perilaku anak-anak, ada anak yang baru mengucapkan terima kasih setelah disuruh. Ada lagi yang mengucapkannya karena meniru teman. Ada yang merasa bersalah ketika tidak mengucapkannya, tetapi ada yang biasa-biasa saja.

Ini semua terkait dengan bagaimana nilai-nilai itu ditanamkan. Menanamkan nilai itu perlu dimulai dengan mendidik. Mendidik di sini pengertiannya adalah mengajarkan / menjelaskan dan membiasakan.

Jelaskan bahwa  ucapan terima kasih itu sangat penting saat menerima bantuan atau pertolongan. Setelah itu barulah kita mulai membiasakannya melalui praktek sehari-hari.
 
Pembiasaan saja terkadang masih kurang. Perlu ada keteladanan. Sulit kita membiasakan anak mengucapkan terima kasih kalau kitanya sendiri kurang berjiwa ”berterima kasih.” Kita pun perlu memberi teladan saat berinteraksi dengan dia.

Di luar dari itu,  yang juga mendasar adalah soal mindset. Dari sisi psikologi, orang yang mindset-nya dipenuhi muatan positif, misalnya bersyukur, akan mudah menampilkan perilaku yang juga bersyukur.

Ini tidak saja terkait dengan bagaimana seseorang berhubungan dengan dirinya, tetapi juga saat menjalani hubungan dengan orang lain, misalnya bagaimana berkomunikasi, bagaimana berterima kasih, dan seterusnya.

Dengan kata lain, menjadi sesuatu yang sangat penting untuk mengajarkan cara-cara hidup yang bersyukur kepada anak agar dia bisa menampilkan perilaku yang bersyukur, baik terhadap dirinya, orang lain, atau lingkungan.

Semoga bisa kita tanamkan.

 

* lifeskill facilitator, penulis dan learning counselor

Share artikel ini:

Artikel Terkait