Mengambil Manfaat dari Momen Tukar Kado

Salah satu momen yang kadangkala kita jumpai pada suatu acara seperti acara valentine, perpisahan, menyambut tahun baru atau natal adalah momen tukar kado.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa momen tukar kado dapat menjadi kegiatan yang dapat memeriahkan pesta, membahagiakan dan bisa menciptakan kedekatan hubungan diantara orang-orang yang terlibat di dalamnya, seperti antara orangtua dan anaknya, antar saudara, antar sahabat, antar teman sekelas atau antar teman sekolah.

Walaupun ada berbagai pendapat yang kontra terhadap momen tukar kado ini, namun sah-sah saja bila ada sebagian orang yang tetap ingin menjalankannya, karena memang mereka cukup memiliki dana dan melihat banyaknya manfaat yang bisa diperoleh, khususnya bila momen ini diselenggarakan di dalam lingkungan keluarga atau lingkungan terdekat mereka.

Manfaat momen tukar kado yang diselenggarakan dalam lingkungan keluarga, diantaranya adalah bisa menjadi sarana bagi orangtua untuk mendidik anak-anaknya agar bisa memiliki sikap berbagi kasih sayang dan perhatian, khususnya ketika anak-anak mereka sudah mulai menginjak usia Sekolah Dasar, dimana pada usia ini anak sudah mulai bisa memahami konsep berbagi.

Untuk menyikapi momen ini lebih bijak agar manfaatnya dapat diperoleh secara maksimal, khususnya dalam hal penanaman nilai-nilai kasih sayang pada anak, berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai pedoman :

  1. Sediakan waktu dan perhatian untuk penyelenggaraan momen tukar kado ini, sehingga anak benar-benar dapat menikmati kehangatan dan kedekatan emosional dengan orangtua atau antar sesama anggota keluarganya. Usahakan semua anggota keluarga dapat berkumpul untuk saling mengekspresikan kasih sayangnya pada momen ini.
  2. Jangan menghina atau mengejek pemberian anak, sekalipun kado yang diberikan anak kurang bagus atau tidak sesuai dengan keinginan orangtua. Penghargaan hendaknya lebih ditujukan pada usaha dan ketulusan anak untuk memberi, terlepas dari nilai materi atau seberapa bagus atau mahalnya harga kado. Karena dikhawatirkan bisa mengarahkan anak pada sikap materialistis.
  3. Timbulkan perasaan berharga pada anak atas tingkah laku ‘‘memberi’‘ yang dilakukannya, misalnya dengan memuji, memeluk, mencium , mengucapkan terimakasih yang tulus atau menunjukkan rasa senang terhadap pemberian anak. Dengan demikian hal ini diharapkan dapat menanamkan sikap bersyukur, menghargai orang lain dan juga dapat mengekspresikan rasa kasih sayang dan perhatian kepada orang lain melalui aktivitas ‘‘memberi’‘.
  4. Bagi anak-anak mulai usia sekolah dasar, bisa diajak untuk mempersiapkan dana jauh-jauh hari untuk membeli kado dengan cara menyisihkan atau menabung sebagian uang saku yang diberikan oleh orangtua setiap harinya. Dengan demikian, momen tukar kado dapat bermanfaat untuk menanamkan kebiasaan menabung dan merencanakan bagi anak.
  5. Berikan kesempatan pada anak untuk memilih atau merencanakan kado apa yang akan diberikannya. Orangtua bisa saja memberikan usulan, saran atau pengarahan agar kado yang diberikan dapat bermanfaat bagi orang yang menerimanya. Hal ini diharapkan agar anak bisa terlatih untuk mengambil keputusan sendiri dan bisa merangsang anak untuk berkreasi.
  6. Untuk menghindari kemungkinan anak menjadi seorang yang bersikap pamrih akibat dari adanya momen tukar kado ini , maka ada baiknya bila kondisi keuangan memungkinkan, sesekali anak diajak untuk bisa memberikan kado buat anak-anak lain yang kurang mampu, dimana pada momen ini anak bisa belajar untuk bisa memberi tanpa mengharapkan balasan apa-apa dari yang diberi. Selain itu, dengan momen ini orangtua bisa menanamkan rasa kasih sayang terhadap sesama, berbagi, berempati serta dapat menjadi seorang memiliki kepekaan terhadap lingkungan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait