Mengapa Perempuan Dewasa Lebih Banyak Bicara Dibanding Laki-laki?

Berbicara adalah salah satu kebutuhan hidup manusia sebagai salah satu cara berkomunikasi, dan menumpahkan isi hati, selain buah pikiran. Bentuk ekspresi apa yang dipikir dan dirasakan. Namun temperamen masing-masing orang yang mengkategorikan sebagai orang yang sedikit berbicara, dan yang banyak bicara, ikut menentukan juga. Perbedaan jenis kelamin yang paling membedakan perempuan lebih banyak berbicara dibanding lawan jenisnya.

APA yang dikatakan John Gray tidak salah. Perempuan dari Venus, dan laki-laki dari Mars. Berasal dari dua planet yang tentunya berbeda. Lebih dari sekadar anatomi dan fisiologi masing-masing tubuhnya semata.

Dilahirkan Banyak Bicara
Perempuan memang dilahirkan banyak bicara. Bukan hobi, tidak pula karena tradisi atau kultur, melainkan karena memang terbawa dalam kodrat otaknya. Cara kerja, kecenderungan, dan treat otak perempuan, tidak sama dengan yang laki-laki miliki.

Selain beratnya lebih ringan dari otak laki-laki, otak perempuan bekerja lebih efisien antara belahan otak kiri dan otak kanannya. Kalau kerja otak laki-laki didominasi oleh salah satu belahan otaknya saja, otak perempuan bekerja secara simultan antara otak kiri dan otak kanan.

Jembatan otak corpus callosum yang memisahkan belahan otak kiri dan otak kanan terbentuk lebih terjalin pada otak perempuan dibanding otak laki-laki. Itu sebabnya kelemahan atau kerusakan salah satu belahan otak pada perempuan tidak membuat fungsi otak lebih menurun dibanding jika terjadi pada otak laki-laki.

Pada kasus stroke, misalnya. Belahan otak sisi yang tidak sakit pada perempuan masih bisa menggantikan tugas belahan otak yang sakit. Sedang pada otak laki-laki, karena otaknya tidak terbiasa bekerja berbarengan antara belahan kiri dengan belahan kanan, maka belahan sisi yang sehat tak mampu sepenuhnya menggantikan tugas belahan otak yang sakit. Maka stroke pada laki-laki umumnya menyisakan kecacatan yang lebih berat dibanding jika menimpa perempuan.

Otak bayi perempuan juga dilahirkan sangat peka pada suara manusia. Maka bayi perempuan lebih lekas bisa berbicara dibanding bayi lelaki. Kemampuan berbahasa dan berbicara perempuan melebihi yang lelaki miliki. Masuk akal kalau perempuan memang menguasai bidang pekerjaan yang mengutamakan mulut.

Saling Melengkapi
Banyak istri mengeluh lantaran suami sangat sedikit berbicara. Semakin tua umur perkawinan, semakin sedikit bicara suami. Istri lama berbicara, suami hanya menyahut satu-dua patah kata saja ataupun hanya tersenyum. Selain memang sudah pembawaan, rata-rata suami merasa tidak perlu menanggapi pembicaraan istri.

Cara perempuan berpikir, tidak seperti laki-laki yang umumnya berlangsung dalam otak. Maka wajar kalau istri menceritakan apa saja yang dirasa dan alami sepanjang hari. Pernik-pernik soal kecil yang di penglihatan lelaki bukan hal yang perlu dibicarakan, kebanyakan diperbincangkan oleh perempuan.

Perbedaan dalam selera pemilihan topik pembicaraan antara laki-laki dan perempuan juga menjelaskan kenapa lebih banyak percakapan yang bersifat gunjingan pada perempuan. Lelaki cenderung memilih topik politik, olahraga, sedang perempuan cenderung urusan pribadi, ihwal lawan jenis, dan cenderung ke arah yang lebih emosional.

Demikianlah perbedaan antara laki-laki dan perempuan menjadi untuk saling melengkapi satu sama lain.

Share artikel ini:

Artikel Terkait