Mengatasi Rasa Takut yang Tidak Rasional

Dalam bahasa profesionalnya, rasa takut yang tidak memiliki alasan-alasan rasional itu sering digunakan untuk menjelaskan istilah phobia. Ini tidak saja terjadi pada anak-anak. Orang dewasa pun kerap mengalaminya. Phobia adalah rasa takut berlebihan yang tidak memiliki alasan logis atau normal, baik terhadap situasi, objek, atau orang.

Rasa takut yang disebut phobia itu lebih disebabkan oleh asumsinya ketimbang ancaman nyatanya. Dalam ilmunya, phobia itu memiliki berbagai bentuk. Ada yang phobia dengan tempat yang tinggi, ruangan terbuka, tempat tertutup, sendirian, kegelapan, binatang tertentu, bencana, atau phobia terhadap objek yang kurang kita ketahui, misalnya takut pergi sendirian ke sebuah kota dimana ia tidak mengenal siapa-siapa.

Tidak bisa dipastikan secara definitif mengenai apa yang membuat orang phobia. Mungkin ada yang karena peristiwa traumatik tertentu sehingga membuat orang takut pergi sendirian. Bisa juga karena ilusi yang kita bangun sendiri mengenai objek / situasi / orang dalam waktu yang lama berdasarkan informasi yang kita cerna. Atau juga karena pengalaman orang lain yang kita proses.

Entah disebabkan oleh apapun, phobia itu seringkali membuat kita tidak nyaman. Bahkan bisa membahayakan apabila ketakutan itu sudah sampai mengakibatkan hilangnya kontrol / keseimbangan. Misalnya kita phobia terhadap objek pada saat menyetir kendaraan. Hilangnya kontrol itulah yang membahayakan.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi / mengatasi phobia ini? Sejauh kita tidak melihat bukti yang mengharuskan kita melakukan terapi ke profesional, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, entah yang bersifat coping (melawan) atau avoiding (menghindari). Misalnya antara lain:

(1) Uji realitas dengan perhitungan dan alasan yang rasional. Takut ke dapur malam-malam bisa kita kurangi dengan latihan sampai kita berkesimpulan bahwa tak ada alasan yang perlu kita takuti.
(2) Temukan informasi mengenai objek yang membuat kita takut. Semakin banyak informasi, biasanya akan semakin berkurang ketakutan itu.
(3) Menggali bukti dari pengalaman orang lain lain.

Untuk kasus tertentu, mungkin perlu juga kita menghindari objek yang membuat kita phobia itu. Mengatasi phobia akan lebih bagus tidak dengan nekat, melainkan dengan proses yang sadar. Kalau kita masih belum percaya diri, pergi sendirian, pilihannya adalah menghindari atau minta didampingi.

Bahkan perlu juga memperkuat keimanan atau membekali keahlian tertentu apabila asumsi yang kita takuti itu sudah masuk pada wilayah yang fundamental dalam hidup. Keimanan mengajarkan kepasrahan positif pada kekuatan yang Maha Kuasa sehingga kita terbebas dari ilusi ketakutan yang kita bangun sendiri. Semoga bermanfaat.

Share artikel ini:

Artikel Terkait