Mengolah Kelemahan Menjadi Kekuatan

Prakteknya, tidak ada orang yang tidak punya kelemahan. Bahkan kelemahan itu bisa dibilang sebagai penyerta setia kelebihan. Semakin banyak kelebihan yang kita gali, semakin banyak pula kelemahan yang kelihatan.

Orang yang kelemahannya tidak kelihatan atau ditutup-tutupi secara tidak sehat, seringkali menjadi kesamaan dari kelebihannya yang tidak kelihatan menonjol juga. Orang itu menjadi yang baik-baik saja atau biasa-biasa saja.
 
Meski kelemahan itu tetaplah kelemahan, tetapi manfaat dan artinya bisa menjadi bukan kelemahan, alias kelebihan. Kalau kita tahu dimana kelemahan kita, maka pengetahuan itu menjadi kelebihan kita. Mengetahui kelemahan sama pentingnya dengan mengetahui kelebihan.

Mengetahui kelemahan akan mendorong kita bekerjasama dengan orang lain, berbagi, bersinergi, atau bisa membekali kita bagaimana melakukan sesuatu se-proporsional mungkin. Jadi, langkah penting untuk mengolah kelemahan adalah mengetahui.

Langkah lainnya adalah menjadikan petunjuk evaluasi diri. Ini lebih bagus lagi. Jika kita menyadari kelemahan kita selama ini sering melakukan penghakiman orang lain secara hitam putih, lalu itu kita ganti menjadi kebiasaan belajar dari orang lain atau mengeksplorasi orang lain, maka kelemahan kita akan menjadi kesempurnaan kita.

Langkah lainnya lagi adalah gunakan kelemahan sebagai antisipasi, baik dengan melakukan sesuatu atau menghindari sesuatu. Misalnya kita tahu kelemahan kita letaknya pada kekurangan informasi, lalu kita melakukan pencarian atau menghindari tindakan gegabah. Ini akan membuat kita selamat.

Tiga langkah di atas, jika kita jalankan secara konsisten, akan membuat hidup kita sempurna. Sempurna dalam arti ada usaha dari kita untuk selalu menyempurnakan diri, dan di sinilah hakekat kehidupan --- bukan sempurna dalam arti yang tidak ada cacatnya. Ini mustahil kita capai.

Sempurna yang tidak ada cacatnya dan selamanya hanya dimiliki oleh Tuhan. Begitu kita sangat bernafsu untuk meniru kesempurnaan Tuhan itu, kita akan pusing sendiri dan malah menjadi tidak sempurna sebagai manusia.

Cara sederhana mengetahui kelemahan adalah sering mengaudit diri atau juga sering melihat hasil dari apa yang kita lakukan. Lihatlah hasil lalu sempurnakan sesuai kemampuan, kebutuhan, dan keadaan (konteks).

Cara lainnya adalah dengan melihat orang lain, tapi bukan untuk iri dengki atau menyombongkan diri. Lihatlah orang lain lalu ciptakan perbandingan positif, dan lakukan sesuatu untuk menambah kesempurnaan.

Semoga bermanfaat.

 

 

* lifeskill facilitator, penulis dan learning counselor

Share artikel ini:

Artikel Terkait