Pendidikan vs Pengalaman, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Jika Anda sedang mewawancara dua calon karyawan berikut ini, mana yang akan Anda pilih? Kandidat pertama adalah lulusan S2 universitas ternama di luar negeri dengan pengalaman kerja satu tahun. Kandidat kedua, meski hanya lulusan SMA tapi telah berpengalaman 10 tahun dan sukses memimpin tim-nya meraih keuntungan hingga ratusan juta rupiah. Pilihan yang sulit bukan?

”Perdebatan” tentang faktor mana –pendidikan atau pengalaman- yang lebih penting dalam karier seolah tak pernah berhenti. Para pemilik gelar akademis menawarkan pengetahuan dan keahlian teknis yang tinggi. Sementara yang sudah bekerja tahunan membawa serta pengalaman praktis yang sudah terbukti keberhasilannya. Idealnya, setiap karyawan memiliki kombinasi kedua kualitas tersebut. Namun tentu saja kualitas ideal ini tak selamanya bisa didapat.

Anda mungkin termasuk salah satu dari dua golongan ini, namun rasanya tak perlu memperdebatkan lebih lanjut, karena sejatinya kedua kualitas ini bersifat saling melengkapi. Mempelajari kelebihan masing-masing jutstru akan memberi Anda kesempatan untuk belajar dari satu sama lain.

Salah satu perubahan pada dunia kerja yang terjadi beberapa dekade ini adalah adanya persyaratan akademis tertentu yang harus dipenuhi calon karyawan. Pada umumnya perusahaan-perusahaan besar mensyaratkan karyawannya memiliki pendidikan sarjana, atau bahkan tingkat master. Ini tentu menguntungkan bagi orang yang memiliki gelar akademis, meski belum berpengalaman. Sebaliknya, meski memiliki pengalaman dan catatan prestasi yang bagus, orang yang tidak memiliki gelar akademis ini harus kehilangan kesempatan menunjukkan kemampuannya.

Sistem penggajian pun masih kerap menggunakan latar belakang pendidikan sebagai standar. Hingga dengan gelar akademis yang dimilikinya, seseorang bisa mendapatkan gaji yang lebih besar dibandingkan yang tidak. Hal ini menjadi sangat signifikan terutama pada entry level position.

Beberapa bidang pekerjaan, misalnya yang berkaitan dengan science, engineering, atau manufacturing, memerlukan keahlian khusus yang hanya dapat diperoleh melalui pendidikan tertentu. Bahkan dengan mengambil pendidikan yang lebih tinggi dengan spesifikasi studi yang makin khusus, "nilai jual" seseorang makin tinggi karena keahlian yang dimilikinya jarang dimiliki oleh orang lain. Misalnya saja para ahli di bidang information technology, enviromental science, safety engineering, dan lain-lain.

Anda yang tak memiliki pendidikan tinggi tak perlu kecil hati melihat kondisi tersebut, karena banyak yang telah membuktikan bahwa tanpa pendidikan tinggi pun, seseorang dapat meraih sukses. Simak saja fakta ini, sebagian besar CEO yang memimpin perusahaan-perusahaan raksasa di Amerika tidak memiliki gelar MBA. Bahkan survei yang dilakukan majalah BusinessWeek pada tahun 2006 menunjukkan bahwa hanya satu dari tiga eksekutif yang memiliki posisi tinggi, memegang gelar MBA.

Menurut hasil penelitian dari Pace University, para rekruiter dan hiring manager menyatakan bahwa mereka lebih memilih calon karyawan yang sudah memiliki pengalaman kerja dan telah membuktikan kemampuannya baik dalam menangani pekerjaan, meraih target, atau memimpin suatu tim. Hal ini ditegaskan oleh seorang partner di sebuah recruitment firm di Amerika. “Jika seseorang memiliki track record kesuksesan yang baik, maka pendidikan tidak menjadi masalah lagi.” Artinya, tanpa gelar akademis tinggi pun Anda bisa meraih sukses. Jika Anda telah membuktikan kemampuan dan menunjukkan prestasi kerja yang baik, kesempatan Anda untuk menaiki jenjang karier tertinggi pun tidak tertutup.

Pengalaman kerja dalam waktu relatif lama memberi Anda keuntungan yang tidak dimiliki para fresh graduate. Salah satunya adalah jaringan yang luas dalam industri yang Anda geluti, serta sektor pendukungnya. Hal ini hanya bisa diperoleh orang yang memang telah lama berkecimpung di bidang tertentu. Orang yang telah berpengalaman pun biasanya paham benar seluk beluk bidang kerjanya, menguasai kiat praktis dalam menjalankan pekerjaan atau menghadapi masalah. Inilah kelebihan orang yang berpengalaman, karena pengetahuan praktis ini tak dimiliki para fresh graduate yang biasanya baru punya bekal ilmu pengetahuan semata.

Setelah memahami kelebihan dan kekurangangan masing-masing. Termasuk golongan yang mana pun Anda, manfaatkan pengetahuan itu untuk memperkaya diri. Anda yang memiliki pendidikan tinggi tapi masih minim pengalaman kerja jangan ragu ”berguru” pada orang yang berpengalaman. Dari mereka Anda akan mendapatkan banyak pengetahuan yang tak Anda dapatkan di sekolah, dan akan memuluskan langkah Anda dalam menjalankan pekerjaan. Sedangkan Anda yang sudah berpengalaman walau tanpa pendidikan tinggi, dapat mempertimbangkan untuk makin memperkaya diri dengan melanjutkan pendidikan atau mengambil kursus-kursus singkat yang akan memberi Anda pengetahuan tentang inovasi dan perkembangan terkini dari dunia yang Anda geluti.

Share artikel ini:

Artikel Terkait