Resolusi Sehatku

Tahun yang baru selalu jadi momen untuk melemparkan resolusi-resolusi baru. Bukan Cuma urusan karier atau rumah tangga, rasanya kesehatan juga patut jadi perhatian. Bukankah kalau Anda sebagai ibu mengalami gangguan kesehatan, maka keluarga pun akan terbengkalai? Apa resolusi sehat Anda tahun ini? Beberapa wanita berbagi tentang resolusi mereka agar tubuh menjadi lebih sehat dan bugar:

“Saya mau daftar jadi anggota gym. Soalnya selama ini mencoba olahraga sendiri sering tidak sukses, banyak malasnya, hehehe. Habis kadang lebih menarik leyeh-leyeh daripada senam sih! Kalau di gym kan ada pelatih personal yang membantu kita lebih disiplin, terus rasanya  juga sayang bolos latihan karena sudah bayar mahal!”

Widia, 34 tahun.

“Saya mau mengurangi makan nasi! Habis bobot tubuh saya terus naik selama setahun belakangan, padahal saya rutin olah raga seminggu dua kali. Mungkin ada hubungannya dengan umur ya, kan umur saya sudah di atas 40 tahun. Jadi saya mau makan nasi sekali sehari saja, waktu makan siang. Makan malam ganti menu sayuran dan buah. Moga-moga berhasil ya.”

Mona, 42 tahun

“Waktu medical check-up, tekanan darah saya agak tinggi. Sudah tes ini itu, tidak ditemukan sebabnya. Dokter berkesimpulan karena faktor genetis, karena ibu saya penderita hipertensi. Wah kaget bukan main, soalnya anak saya masih kecil, bagaimana kalau ada apa-apa dengan saya? Sekarang saya lebih hati-hati lagi menjaga makan. Mengurangi garam dan banyak makan sayur. Juga pilih masak sendiri daripada beli, soalnya kalau beli kan nggak tahu bahan dan bumbunya sehat atau tidak.”

Nina, 38 tahun

“Saya selalu punya masalah dengan pencernaan. Gampang sakit perut, kembung, diare, dan macam-macam lagi. Baru-baru ini saya baca di majalah tentang makanan probiotik yang katanya sih bisa membantu masalah pencernaan. Jadi mulai sekarang saya mau lebih banyak makan yoghurt deh, menu sarapan diganti jadi yoghurt dan roti gandum saja. Siapa tahu jadi lebih sehat, syukur-syukur berat badan ikut turun hehehe.”

Windi, 32 tahun

“Sebenarnya saya lumayan hobi olahraga. Apa saja yang baru pasti saya coba. Mulai yoga, pilates, sampai capoiera. Buat saya sih seru-seru saja, lagi pula sehat. Tapi, ada kebiasaan jelek yang juga tidak bisa lepas, yaitu makan enak! Makanya biar pun tubuh saya bisa dibilang langsing, tapi ternyata kolesterol saya tinggi, gara-gara saya sering sekali mengkonsumsi daging dan berbagai jeroan, juga seafood. Ternyata badan langsing nggak selalu sehat ya! Makanya mulai sekarang saya mau lebih banyak makan sayur dan buah, dan pelan-pelan membatasi daging, jeroan dan seafood. Kalau disuruh menghindari sama sekali sih tidak mungkin, soalnya saya suka sekali. Tapi setidaknya mengurangi. Juga  menyeimbangkannya dengan makanan yang lebih sehat.”

Indri, 30 tahun.

“Saya paling tidak bisa diet, habis banyak sekali makanan enak yang menggoda. Padahal berat saya sekarang makin jauh dari ideal. Sampai saya baca di internet, sebenarnya diet tak harus berarti kelaparan. Asal yang dikonsumsi adalah makanan sehat ya boleh-boleh saja. Karenanya saya mau coba diet, tapi dengan cara yang benar lho. Selama ini saya pilih jalan pintas dengan minum obat-obat yang katanya bisa mengurangi berat badan. Awalnya sih sukses, tapi kalau obatnya berhenti ya gemuk lagi. Akhirnya saya konsultasi ke dokter gizi, dan ternyata menu yang disodorkan cukup ‘masuk akal’ buat saya. Tidak mengurangi jatah makan, tapi mengatur apa yang dimakan. Kali ini saya berniat sukses menjalankan diet dengan benar!

Tita, 27 tahun.

Share artikel ini:

Artikel Terkait