Rumah Tangga Membutuhkan Manager Handal

Menyiapkan bekal anak tidak membuat gelar sarjana Anda bertambah. Tapi, tahukah Anda justru keterampilan sebagai seorang Ibu sangat mendukung pekerjaan manajerial Anda?

Kenal dengan situasi ini berikut? Otak bekerja memikirkan menu sarapan esok pagi, sementara tangan menyetrika pakaian dengan pandangan mata tak pernah lepas mengawasi anak yang sedang bermain di depan televisi. Multitasking adalah kemampuan alamiah yang dimiliki seorang ibu. Kemampuan ini semakin tajam, karena tanpa disadari terasah dari waktu ke waktu. “Hampir semua orang mengakui, seseorang yang menjalankan pekerjaan rumah tangga, mengurus anak, bahkan berkarier di kantor sekaligus tentunya adalah manajer kehidupan yang piawai,” ungkap Ann Cittenden penulis If You have Raised Kids, You Can Manage Anything.

Banyak wanita yang tidak menyadari jika kemampuan manajerial mereka meningkat sejak menjadi seorang ibu. Awalnya mungkin Anda merasa semuanya kacau balau dengan segala hiruk pikuk yang terjadi di rumah maupun di kantor. Tetapi pada prakteknya, Anda selamat melewati hari demi hari dengan gembira. Saat si Kecil mengamuk di supermarket dan sukar dibujuk, hati kecil Anda berkata, jika ini bisa teratasi maka semua bisa dihadapi. Dan itu benar adanya. “Keterampilan dalam  mengatur keluarga sangat relevan untuk dibandingkan dengan tantangan lain dalam kehidupan,” ungkap Crittenden.
 

Maka keterampilan Anda di rumah sangat mungkin untuk diterapkan dalam pekerjaan. “Menjadi orangtua adalah ‘sekolah’ sempurna untuk belajar mengatur pekerjaan,” tutur Shari Storm penulis Motherhood Is The New MBA. Anak-anak membawa perubahan positif dalam kehidupan, termasuk pekerjaan. Tidak percaya? Gunakan saja keterampilan keibuan Anda di kantor.

  1. Bahasa tubuh
    Keterampilan ibu:
    Menangkap maksud jagoan kecil Anda saat ia menginginkan sesuatu, meski tak terucap. Misalnya saat ia menatap malas dan mengatakan kenyang ketika melihat sayur di meja makan. Tentu saja bukan berarti ia kenyang sungguhan, ia hanya enggan menyantap sayuran.
    Aplikasi di kantor:
    Menerjemahkan dengan baik bahasa tubuh atasan dan menangkap apa yang sebenarnya ia butuhkan dari Anda. Misalnya saat ia melirik tanggalan di mejanya ketika Anda menyerahkan laporan, dapat berarti lain kali ia ingin Anda segera mempercepat ritme kerja agar tidak terlambat mengejar target.
  2. Bersikap adil
    Keterampilan ibu:
    “Setiap orangtua yang pernah memotong kue ulang tahun, tahu persis jika anak dengan mudah menangkap ketidakadilan,” ujar Crittenden. Setipis apapun perbedaan potongannya, anak selalu dapat melihat jika bagiannya lebih kecil daripada yang lain.  Urusan semacam ini harus Anda lakukan dengan serius.
    Aplikasi di kantor:
    Orangtua yang adil semestinya adalah manajer yang baik. Anda dapat memanfaatkan keterampilan ini untuk bersikap fair dan tidak memihak pada karyawan Anda. Bawahan sangat peka untuk urusan gaji dan pangkat. Mudah sekali merasa tidak adil karena urusan sensitif tersebut. Terbukalah dalam masalah objektivitas penilaian. “Orang akan menerima perbedaan jika merasa yakin bahwa yang mendapat posisi lebih memang telah pantas menerimanya. Dalam urusan karier, karyawan lain akan menerima posisi seseorang yang lebih tinggi karena performa yang lebih baik, atau lebih berpengalaman,” tutur Crittenden.
  3. Mengatur prioritas
    Keterampilan ibu:
    Apa prioritas Anda? Sebagian besar ibu akan menjawab bahwa anak-anak adalah prioritas utama. Pagi hari yang sibuk, seorang ibu akan otomatis melakukan apa yang menjadi prioritas mereka. Bekal anak yang pertama, lalu kopi suami, barulah sarapan untuk diri sendiri. Tak lupa mengingatkan pembantu tentang semua yang harus dilakukan selama Anda bekerja di kantor.
    Aplikasi di kantor:
    Kerjakan tanggung jawab Anda dalam skala prioritas. Jangan lakukan apa pun kecuali memang penting dan harus diselesaikan. Dahulukan kewajiban Anda, baru mengerjakan pekerjaan tambahan jika memang diperlukan. Tak perlu semua dikerjakan sendiri, jika didelegasikan pada bawahan lebih efisien, mengapa tidak?
  4. Tunjukkan ketegasan
    Keterampilan ibu:
    Melarang putri Anda yang beranjak remaja ke pesta dengan dandanan yang terlalu seksi. Anda dan dirinya beradu argumen dan mengakhiri perdebatan dengan mengatakan, “Itu perintah, titik.”
    Aplikasi di kantor:
    Menghindari tenggelam dalam diskusi tak berujung dan membuang waktu percuma. “Katakan ‘Proyek ini tanggung jawab saya, dan saya memutuskan untuk memilih bekerja dengan sistem komputer yang ini, sekarang mari lanjutkan bekerja! Dan Anda akan menghemat waktu berdebat,’” saran Storm.
  5. Latihan kesabaran
    Keterampilan ibu:
    Membuat si Kecil mau mandi atau menyuruhnya segera tidur dan stop bermain video games bukanlah hal yang dapat cepat dilakukan. Butuh kesabaran. Belum lagi saat-saat menunggu di dokter gigi, atau menanti ia mengikat tali sepatunya sendiri sementara Anda sudah nyaris terlambat ke kantor. Semua butuh kesabaran.
    Aplikasi di kantor:
    Perusahaan yang dinamis selalu mengalami perubahan. Ada kalanya bawahan Anda harus menjalankan peran baru. Sebagai atasan, Anda tak bisa meminta mereka menaikkan keuntungan perusahaan sebesar sekian persen lalu hal itu terjadi begitu saja. Butuh waktu untuk membuat bawahan Anda mengerti mengapa target meningkat. Anda pun perlu menunjukkan bagaimana cara terbaik mewujudkannya. Ada periode yang diperlukan untuk pengajaran. Sama halnya dengan mengajari anak Anda pipis di toilet sendiri. Butuh kesabaran.
  6. Mengabadikan momen penting
    Keterampilan ibu:
    Membuat scrapbook yang memuat momen-momen terpenting putra-putri Anda. Kapan gigi pertamanya muncul, kapan pertama kali ia bisa melangkah, kapan ia masuk TK, kapan ia berkelahi dengan temannya, hingga kapan ia meraih piala pertamanya di bidang musik.
    Aplikasi di kantor:
    “Gunakan hal serupa untuk mencatat seluruh pencapaian bawahan Anda dan buka kembali catatan tersebut untuk memberi kritik membangun pada mereka saat evaluasi tahunan,” saran Storm.

Share artikel ini:

Artikel Terkait