Sehat Di Tengah Rutinitas

Problematika hidup kebanyakan orang sekarang ini adalah karena hidup terlalu rutin. Nyaris menjadi seperti mesin. Menjalani hidup seperti itu jelas tidak nyaman. Bukannya sejahtera, malah melelahkan. Merasa lelah dan tak nyaman seperti  itu yang membuat hidup akan kehilangan makna. Apa kiatnya agar hidup masih tetap bergairah di tengah rutinitas?

Konsekuensi modernisasi salah satunya adalah menjadikan seseorang hidup seperti mesin. Bahkan kehidupan biologis pun menjadi otomatis bagaikan alat elektronik. Mulai dari bangun pagi, sarapan, berangkat kerja, mengisi absensi, bekerja, bertemu dengan orang yang sama, pulang, dan tidur. Begitu setiap hari, nyaris tak ada variasi. Sebagian terasa begitu menjemukan. Di mana nikmatnya hidup seperti itu?

Tapi itulah resiko menjadi bagian dari lingkaran sistem kehidupan modern. Serba diburu waktu, serba otomatis, serba tergesa-gesa, serba monoton, tak berubah dari itu ke itu lagi. Apabila kita pandai menyiasati, yang tidak nyaman itu dapat kita minimalisasi. Caranya adalah perlu kreatif mencari variasi.

Mencari variasi
Banyak hal yang dapat kita adopsi dari kehidupan orang dahulu. Hidup tak hanya untuk bekerja, tak hanya untuk mencari penghasilan besar. Hidup juga butuh selingan, perlu intermezzo dan time out sejenak. Hal ini semata karena tubuh bukan mesin.

Tidak hanya tubuh, kita juga punya jiwa yang perlu dibugarkan. Bila jiwa tidak tenang, tubuh juga dapat terganggu. Karena itu keduanya perlu disegarkan.

Saat ini banyak terjadi di kalangan profesional yang bekerja tanpa rasa senang dan tanpa rasa mencintai pekerjaannya (passion). Padahal rasa seperti ini dapat menjadi modal agar tidak mudah merasa letih pada saat bekerja. Apabila kita menyukai bidang pekerjaan yang kita lakukan, maka kita tidak akan pernah merasa letih menjalaninya. Dengan seperti itu, bekerja dirasakan bukan sebagai beban, melainkan sudah menjadi bagian dari kesenangan hidup.

Namun kenyataannya tidak semua orang menghadapi pekerjaannya seperti itu. Pada kelompok inilah variasi hidup diperlukan. Hal itu tidak datang sendirinya tanpa diundang, melainkan harus dicari dan diupayakan. Kita bisa mengadopsinya dari apa saja. Mulai dari menciptakan suasana berbeda di tempat kerja, hingga menemukan teman (soulmate) tempat berbagi apa saja. Karena penderitaan orang saat ini sering juga terjadi karena merasa sendiri dan tidak ada tempat untuk mencurahkan isi hati.

Logotherapy
Di negara maju banyak pekerja yang merasa hidupnya tidak punya makna. Hidup jadi kosong dan membosankan, bahkan ada yang bertanya untuk apa hidup?. Pada titik ini orang membutuhkan terapi jiwa. Kita menyebutnya “logotherapy”, yaitu terapi untuk meluruskan kembali makna hidup.

Bosan hidup, jenuh bekerja, dan rasa tidak nyaman lain itu muncul dari diri sendiri. Kita sendiri yang perlu mencegahnya. Caranya adalah dengan menciptakan suasana menyenangkan di lingkungan rumah, di lingkungan bekerja dan di lingkungan teman dekat.

Bersyukurlah kita masih hidup secara berkelompok. Masih rukun tidak hanya dengan keluarga inti saja, tapi ada orang lain yang dapat menumbuhkan suasana riang, dan tidak membuat kita merasa kesepian. Mendengar dan berbagi dengan orang lain itu adalah cara lain yang perlu kita adopsi untuk memecahkan kebekuan hidup.

Kita tahu bahwa ada tujuan luhur kita bekerja selain untuk mendapatkan uang. Meyakini sejak awal bahwa tidak semua dapat dibeli dengan uang, termasuk kebahagiaan hidup, rasa nyaman, dan nikmatnya memberi. Maka kejarlah semua itu selagi kita bisa. Bukan orang lain atau siapa pun yang dapat membuat kita bahagia, melainkan diri kita sendiri.

Bekerja juga bagian dari ibadah. Sikap rasa seperti itu akan membantu kita tidak mudah merasa letih dan bosan bekerja.
Jika setiap bangun pagi kita merasa ada yang akan kita rencanakan, mau apa hari ini, ke mana akan pergi, dan bertemu siapa, apa yang bakal menyenangkan hari ini, tentu hidup akan menjadi senantiasa bergairah. Sebaliknya akan menjadi membosankan jika setiap bangun pagi tidak tahu mau apa, atau tidak ada bayangan akan bagaimana hari ini.

Kegairahan hidup juga suatu hal yang tidak dapat dibeli, tapi kita dapat membangunnya sendiri. Di tempat kerja akan bertemu siapa, membicarakan apa, ada janji dengan siapa, pulangnya ada acara apa, akan menambah rasa gembira bagi kita. Semua itu kita sendiri yang menciptakannya. Maka ciptakanlah suasana yang membuat hidup tidak membosankan, misalnya dengan sering berkumpul dan berseda gurau dengan orang lain.

Cara paling sederhana untuk membuat hidup terasa nyaman adalah dengan selalu merasa bersyukur. Orang Denmark dikenal tergolong sebagai orang yang paling bahagia di dunia, karena pandai merasa bersyukur. Agar kita dapat hidup dengan penuh rasa bersyukur kita harus selalu mengingat ungkapan, “jangan bersedih jika tidak punya sepatu, sebelum melihat banyak orang lain yang tidak punya kaki”. Hal ini karena rasa puas dalam hidup itu tak ada batasannya. ***

 

* Pengasuh Rubrik Kesehatan di Sejumlah Media, Pengamat Kesehatan, Health Motivator, Penulis 76 Buku Kesehatan

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait