Teliti Sebelum Tanda Tangan

Pekerjaan impian sudah ditangan, Anda siap mulai kerja minggu depan. Yang perlu dilakukan tinggal menandatangani kontrak kerja. Apakah Anda langsung mengambil pena dan menandatanganinya? Sebaiknya tidak, karena memahami apa yang tertuang dalam kontrak kerja sangatlah penting, karena sangat menentukan kenyamanan Anda saat bekerja kelak. Karena itu mintalah waktu untuk mempelajarinya. Bila kontrak yang Anda terima sarat dengan pasal-pasal yang tidak Anda pahami, jangan ragu berkonsultasi dengan pengacara atau orang yang memahami betul masalah ini. Tujuannya agar Anda tak salah langkah dan menyesal kelak.

Apa saja yang seharusnya tercantum dalam kontrak kerja? Pada intinya kontrak kerja merupakan bentuk kesediaan kedua belah pihak untuk bekerjasama. Kesediaan Anda untuk bekerja pada suatu perusahaan, dan kesediaan perusahaan untuk membayar Anda sesuai pekerjaan yang telah Anda lakukan. Agar kerjasama kedua belah pihak ini berjalan lancar, di dalam kontrak harus dituangkan secara jelas apa saja yang menjadi hak dan kewajiban setiap pihak, serta hal-hal teknis yang terkait dengan pekerjaan.

Isi setiap kontrak sangat bervariasi sesuai kesepakatan antara Anda dan perusahaan, tapi yang harus Anda ingat, kontrak tersebut tidak boleh melanggar hak Anda sebagai pekerja seperti yang telah diatur dalam hukum atau undang-undang. Misalnya saja hak untuk mendapatkan gaji setidaknya sesuai upah minimum di daerah Anda, atau hak untuk mendapatkan cuti kerja. 

Secara umum, isi kontrak kerja meliputi dua bagian. Yaitu bagian yang mengatur hal-hal eksplisit dan bagian mengenai implikasi dari persetujuan kerja. Yang termasuk dalam hal-hal eksplisit antara lain:

  • Besarnya upah, termasuk upah lembur dan bonus yang akan Anda terima.
  • Waktu kerja, termasuk perhitungan waktu lembur.
  • Jumlah hari cuti yang menjadi hak Anda.
  • Besarnya tunjangan kesehatan untuk Anda dan keluarga.
  • Hal-hal yang terkait pemutusan hubungan kerja, misalnya rentang waktu minimum bagi  perusahaan untuk menginformasikan pemutusan hubungan kerja, serta jumlah atau prosentase pesangon sesuai masa kerja. Atau sebaliknya berapa rentang waktu minimum yang harus Anda berikan jika ingin mengundurkan diri.

Selain hal-hal spesifik di atas yang telah disetujui oleh kedua belah pihak, ada hal-hal lain yang mungkin tidak tertuang dalam kontrak namun telah menjadi kesepakatan bersama yang secara umum dipraktekkan dalam hubungan kerja profesional. Misalnya:

  • Kewajiban secara umum: saling mempercayai dan menjaga rahasia perusahaan, menyediakan fasilitas kerja yang memadai, menciptakan suasana nyaman di tempat kerja, kewajiban Anda untuk menerima instruksi dari perusahaan, dan kewajiban perusahaan memberikan gaji.
  • Kewajiban yang terkait secara profesi tertentu seperti kode etik dalam bidang medis, hukum, teknik, dan lain-lain.

Sebagai calon pegawai, Anda juga punya hak untuk menambah atau mengusulkan penyesuaian tentang hal-hal yang diatur dalam kontrak kerja. Misalnya:

  • Lamanya masa percobaan. Jika Anda telah memiliki pengalaman kerja yang baik, tak ada salahnya menegosiasikan lamanya masa percobaan agar lebih singkat dibandingkan peraturan perusahaan.
  • Kesepakatan untuk mendapatkan kenaikan gaji sesuai performa yang Anda tunjukkan dalam periode tertentu. Misalnya bila Anda mampu mencapai atau melebihi target kerja setelah 3 bulan, Anda akan mendapatkan kenaikan gaji saat itu, hingga tak perlu menunggu waktu kenaikan gaji tahunan.
  • Fasilitas-fasilitas tambahan yang bisa Anda peroleh terkait dengan pekerjaan Anda, misalnya biaya pengganti bila kendaraan Anda digunakan untuk aktivitas kerja,fasilitas parkir di kantor, hingga kemungkinan untuk sesekali bekerja dari rumah bila dibutuhkan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait