Sosis: Menu Cepat Saji, Tapi Bernutrisi untuk si Kecil

Ibu butuh membuat makanan cepat saji tapi tetap bernutrisi untuk anak, ada satu tips menu sehat yang mungkin bisa dicoba: sosis.

Sausage dalam bahasa Inggris adalah asal kata sosis, berasal dari bahasa Latin "salsus" yaitu "diberi garam" atau “hidangan yang diawetkan dengan penggaraman”. Masyarakat primitif mencoba untuk memaksimalkan kegunaan daging hewan atau ternak untuk dapat dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Lemari pendingin baru ditemukan di awal abad ini, sehingga solusinya adalah memproses daging dan mengawetkannya. Salah satunya sosis.

Sejatinya sosis dibuat dari berbagai jenis daging giling (ternak dan hasil buruan) dan bertujuan untuk tidak menyia-nyiakan semua kebaikan dari semua bagian binatang yang diperoleh. Beberapa negara mengizinkan penambahan biji-bijian dalam sosis. Sedangkan negara lain hanya memperbolehkan sosis yang dibuat dari daging murni ditambah rempah.

Beberapa jenis sosis memiliki nama dan bentuk yang khas sangat berhubungan dengan tradisi hidangan setempat. Contohnya Salami, Bologna atau Mettwurst yang dapat dikonsumsi langsung ataupun jadi bagian dalam hidangan Eropa. Sosis sendiri terdiri dari dua jenis: basah dan kering. Rasa dan cara penyajian sedikit berbeda. Selanjutnya banyak negara mengadaptasi dengan memasukkan sosis menjadi bagian hidangan yang tidak terpisahkan dalam berbagai varian bentuk dan rasa yang tidak terbatas.

Ada juga sosis yang diadaptasi dari hidangan a la Amerika yaitu hotdog, atau dikenal di Eropa dengan nama Frankurter atau Wiener; sosis berjenis basah atau segar ini diisi dalam sebuah roti panjang a la resto cepat saji dengan saus mustard dan tomat.

Untuk penggunaan dalam hidangan, sosis siap digunakan untuk memberi tambahan rasa, tapi tetap memerlukan kreativitas Ibu dalam mengolahnya, ataupun langsung disantap setelah digoreng. Pilihlah sosis dari produsen yang ternama dan perhatikan tabel gizi dalam label produk. Dengan nilai gizi yang baik , sosis dapat dicampur dalam hidangan telur untuk sarapan seperti omelete dan telur orak-arik. Jangan lupa mengiris atau membuat lubang sedikit pada permukaan sosis sebelum dimasak agar sosis tidak pecah sewaktu dipanaskan.

Menu sosis dengan roti bisa menjadi satu hidangan lengkap jika ditambahkan kentang goreng yang disajikan bersamaan. Nilai kalorinya pun bertambah sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi layaknya hidangan lain.

Karena ini adalah makanan siap saji, pematangan hanya memerlukan waktu yang singkat untuk mendapatkan rasa yang baik.

Terdapat varian sosis yang bernama ham, berbentuk bulat dengan diameter sekitar 10cm. Disebut ham karena kebanyakan mengandung daging babi dengan penyajian yang diiris tipis. Ham juga termasuk hidangan daging yang diproses hanya saja pematangan tidak diperlukan kecuali untuk beberapa jenis yang sudah disebutkan diatas. Penggunaanya lebih banyak sebagai tambahan pada hidangan salad, isi roti dan pastry. Idealnya ham dikonsumsi segera dan tidak disimpan terlalu lama dalam lemari pendingin. Irisan tipis daging ham akan segera menjadi kering dalam lemari pendingin karena penyimpanan yang kurang seksama sehingga akan menyebabkan perubahan rasa dan tekstur.

Belakangan muncul beberapa gerai penjual sosis a la rumahan dengan variasi yang berbeda dibandingkan dengan yang tersedia pada gerai swalayan. Sosis rumahan hanya diproduksi dalam jumlah terbatas, biasanya hasil kreasi sang pemilik yang ingin memberi pengalaman berbeda bagi konsumen. Resep sosis sendiri masih mengacu pada sosis asal Eropa yang diproses dengan daging pilihan dan ada juga yang dimatangkan dengan asap. Sosis siap santap juga banyak dijual di warung karena tidak memerlukan lemari pendingin dan dengan harga terjangkau, produk ini diposisikan sebagai kudapan.

Apapun jenis sosis pilihan Ibu, semua memberi kebaikan karena kandungan gizi dari protein hewani yang diperlukan tubuh.Tapi lebih baik pilih sosis homemade tanpa bahan pengawet ya, bu. Selamat bersantap.

Share artikel ini:

Artikel Terkait