Begini Caranya Agar Anak Tidak Kekurangan Zat Besi

Zat besi merupakan nutrisi yang sangat penting untuk kecerdasan otak dan pembentukan sel darah merah pada anak. Menurut Dr. hardiono D. Pusponegoro, SpA(K) pemberian asupan makanan mengandung zat besi harusnya diberikan sejak dini. Bahkan, ibu hamil diharuskan mengonsumsi makanan mengandung zat besi untuk kederdasan otak janin.

Lalu, bagaimana agar anak tidak kekurangan zat besi? Asupan zat besi sebaiknya dimulai sejak ibu hamil atau saat merencanakan kehamilan. Karena, perkembangan otak anak sudah dimulai sejak masih berbentuk janin. Menurut Dr. Endang Dewi Lestari, MPH, SpA bayi dan balita membutuhkan zat besi lebih banyak dibanding orang dewasa. Tiga hingga empat bulan pertama kehidupannya bayi hanya memerlukan sedikit zat besi dari luar karena cadangan zat besi masih cukup. Tetapi saat usia 6 bulan kebutuhannya akan meningkat, seiring menipisnya cadangan zat besinya.

Bayi dengan berat badan lahir rendah (di bawah 2500 gram) mempunyai cadangan zat besi lebih sedikit dibanding bayi normal. Karena itu pada usia 2-3 bulan mereka sudah rentan kekurangan zat besi. Kebutuhan zat besi pada bayi usia 4-12 bulan adalah 0,96 mg/kg berat badan/hari dan pada usia 13-24 bulan kebutuhannya 0,61 mg/kg berat badan/hari.

Dalam pemberian makanan selingan atau snack, sebaiknya berikan makanan yang mengandung zat besi. Selain itu, Ibu harus meningkatkan pengetahuannya tentang makanan yang kaya akan zat besi. Sebaiknya lakukan deteksi dini anemia dan kekurangan zat besi pada bayi, misalnya memeriksa kadar hemoglobin bayi saat usia sembilan bulan. Jika kadarnya kurang dari 11 mg/dl maka diperlukan terapi zat besi selama tiga bulan.

Share artikel ini:

Artikel Terkait