Mau Langsing? Harus Cermat Memilih Karbohidrat

Konsumsi karbohidrat yang cukup akan meningkatkan hormon serotonin. Hormon serotonin adalah hormon pengendali emosi. Saat otak memproduksi serotonin yang cukup maka nafsu makan dapat dimatikan. Manfaatnya, tubuh merasa kenyang sebelum Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan. Tapi bukan berarti serotonin dapat menurunkan berat badan, serotonin hanya memberikan respon rasa puas dan membuat kita makan dalam jumlah yang sedikit.

Di sisi lain, konsumsi karbohidrat berlebihan dapat meningkatkan gula darah. Berbahaya bagi penderita diabetes dan pelaku diet rendah kalori. Diperlukan cara cermat dalam memilih sumber karbohidrat agar, rasa kenyang tercukupi namun tubuh tidak menjadi obesitas dan gula darah stabil. Bagaimana caranya? Simak tipnya dalam ulasan berikut.

  1. Pilih Karbohidrat Kompleks

    Hindari sumber karbohidrat simpleks seperti gula, permen dan sirup. Karbohidrat simpleks mengandung gula sederhana yang mudah diserap tubuh. Gula jenis ini akan cepat menaikan gula darah dan sumber kalori yang tinggi. Jika sumber kalori ini tidak digunakan untuk beraktivitas, tubuh akan menyimpannya dalam bentuk lemak dan bisa menambah berat badan.

    Aneka tepung, mi, cake, cookies dan roti, dengan beragam isinya kurang disarankan karena mengandung karbohidrat yang tinggi. Konsumsi karbohidrat kompleks seperti kentang, nasi beras merah, ubi, roti gandum utuh, corn flake, oat, dan jagung, jenis karbohidrat ini diserap tubuh secara perlahan sesuai aktivitas tubuh. Karbohidrat kompleks juga umumnya megandung nutrisi esensial lain seperti serat, vitamin dan mineral yang bermanfaat baik untuk kesehatan.

  2. Kurangi Konsumsi Lemak

    Setiap 1 g lemak akan dibakar menjadi 9 kalori. Angka yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan protein atau karbohidrat yang hanya mengandung 4 kalori per gramnya. Mengurangi asupan lemak bisa dilakukan dengan memilih makanan dengan metode rebus atau kukus. Hindari makanan yang digoreng. Metode memasak dengan cara digoreng membuat makanan menyerap banyak lemak. Metode memasak dengan ditumis atau dipanggang yang menggunakan sedikit minyak lebih disarankan.

    Gunakan lemak sehat non kolesterol, seperti minyak zaitun, minyak kanola atau minyak jagung. Lemak jenis ini ramah untuk jantung. Namun tetap kontrol asupannya jangan terlalu banyak. Mengingat meskipun jenis lemak sehat tetap akan menghasilkan 9 kalori per 1 gram.

  3. Perbanyak Sayuran dan Buah

    Sayuran dan buah merupakan sumber vitamin, dan mineral yang berfungsi menjaga dan memelihara kesehatan tubuh. Selain itu, sayuran dan buah juga kaya akan serat yang bersifat mengenyangkan. Sangat cocok dikonsumsi pelaku diet rendah kalori. Meskipun sedikit, buah dan sayuran juga mengandung gula buah dan karbohidratkomplek yang akan diserap perlahan oleh tubuh.

  4. Pilih Protein Rendah Lemak

    Sumber protein terdiri dari protein nabati dan hewani. Bagi Anda yang sedang diet langsing, sumber protein nabati yang rendah lemak, seperti tahu, tempe, kacang-kacangan dan susu kedelai lebih disarankan. Konsumsi protein hewani harus dengan perlakuan khusus, seperti konsumsi telur, sebaiknya tidak menggunakan bagian kuning, karena bagian kuning telur sangat tinggi lemak. Daging, pilih bagian daging yang tidak banyak mengandung lemak. Jika mengolah daging ayam, buang bagian kulitnya. Protein dari ikan air laut dan air tawar sangat disarankan, ikan mengandung protein yang baik untuk mengganti sel tubuh yang rusak serta kaya akan lemak omega 3 yang menyehatkan


Tip Sukses Diet Langsing
Diet keras Anda tidak akan berhasil jika tidak memperhatikan hal-hal berikut ini

  1. Hindari ngemil makanan berlemak, kue-kue manis berbahan tepung, cokelat dan ice cream karena walaupun sedikit bahan pangan ini berkalori tinggi.
  2. Jika timbul rasa lapar dan belum saatnya makan, atasi dengan mengonsumsi buah atau sayuran karena bahan pangan ini kaya serat yang akan memberikan rasa kenyang lebih lama.
  3. Jangan mengolah bahan pangan dengan digoreng, gunakan metode memasak dikukus, direbus atau dipanggang. Metode memasak ini tidak menggunakan minyak sehingga konsumsi lemak dapat diminimalkan.
  4. Hindari sumber karbohidrat simpleks seperti gula, permen dan sirup. Konsumsi karbohidrat kompleks seperti kentang, nasi, roti dan jagung, jenis karbohidrat ini lebih lambat diserap tubuh.
  5. Jika membeli daging, pilih daging tanpa lemak, hindari jeroan, kulit dan brutu. Bagian ini merupakan sumber lemak.
  6. Cukup istirahat dan olah raga teratur agar kelebihan lemak bisa dibakar
    Kontrol diri dan disiplin yang tinggi sangat mempengaruhi keberhasilan diet rendah kalori.

Share artikel ini:

Artikel Terkait