Makanan Berlemak Untuk Anak

Sebagaimana halnya dengan orang dewasa, anak juga membutuhkan lemak dalam menu hariannya. Karena seperti juga halnya dengan karbohidrat, dan protein, lemak sama pentingnya melihat sejumlah fungsi yang diperankannya. Bukan saja menu menjadi tidak seimbang bila tanpa atau kekurangan asupan lemak tubuh anak bertumbuh tak normal. Bahkan sejak masih dalam kandungan lemak dibutuhkan untuk pertumbuhan otak.

LEMAK atau fat untuk menyebut sumber bahan makanan selain karbohidrat dan protein. Mendengar lemak kita berasosiasi minyak goreng, mentega, atau gajih hewan. Ya, namun lemak juga ada di biji bunga matahari, selain di buah jarak, dan kenari.

Berbicara soal lemak kita mengenal wujudnya yang cair, beku, atau padat. Berbeda wujud dan sumber muasalnya, berbeda pula sifat kandungannya. Sama-sama lemaknya, namun berbeda tabiat, manfaat, serta dampaknya pada tubuh. Khususnya bila asupan lemak berlebihan.

 

Manfaat lemak

Bayi dan anak yang kurang asupan lemaknya tentu akan bermasalah dengan laju pertumbuhannya, selain dapat muncul pada kulit dan rambutnya. Mungkin juga bergejala kekurangan vitamin A, selain D, E, dan K yang memerlukan lemak untuk metabolismenya. Kekurangan lemak berarti kekurangan keempat vitamin ini.

Bahan dasar lemak selain trigleseride, juga ada asam lemak (fatty acid). Di antara sekian asam lemak ada yang bersifat esensial (essential fatty acid). Jenis lemak ini tidak boleh tidak harus ada dalam menu harian.

Asam lemak linolenat (linolenic acid) penting bagi pertumbuhan, selain asam lemak linoleat (linoleic acid). Kita menemukan kedua asam lemak ini dalam minyak ikan selain dalam minyak tumbuhan (safflower, sunflower, corn oil), serta sayur berwarna hijau, kecambah, kenari, dan kedelai.

Khusus lemak dalam ikan, terutama ikan dari laut dalam, kaya kandungan asam lemak esensial Omega-3, baik fraksi EPA (eicosapentaenoic acid) maupun yang DHA (docosahexaenoic acid), bukan saja penting untuk pertumbuhan bayi, terlebih bagi otaknya.  Peran lemak dalam kesehatan rambut dan kulit tidak diragukan. Lemak yang tersimpan di bawah kulit membantu mengatur suhu tubuh selain sebagai cadangan kalori saat kelaparan. Lemak yang membungkus organ tubuh berfungsi melindungi organ dari goncangan. Satu yang penting, lemak dibutuhkan untuk membran sel tubuh, selain untuk pembuatan enzim, hormon, alat transportasi dalam darah.

 

Melengkapi kecukupan lemak tubuh anak

Melihat demikian beragam dan pentingnya kebutuhan lemak bagi tubuh anak, perlu memperhatikan kecukupan asupan lemak dalam menu harian anak. Selama bayi 6 bulan pertama, asupan lemak masih bisa mengandalkan dari ASI. Lemak dalam ASI sangat tepat dengan kebutuhan bayi. Tidak demikian setelah anak bertambah besar.

Setelah anak mendapatkan bubur susu pada umur 6 bulan,sementara ASI masih tetap diberikan, pada umur 8 bulan anak sudah mulai diberikan nasi tim. Pada ketika inilah asupan lemak bisa ditambahkan.

Melihat sumber lemak yang tubuh butuhkan berasal dari sayuran hijau, biji-bijian,kacang-kacangan, serta ikan, maka racikan nasi tim hendaknya memuat keanekaragaman sumber lemak. Makin beragam sumber lemak dalam nasi tim, makin lengkap ragam asupan jenis lemak yang anak terima.

Tak cukup hanya daging dan wortel dalam nasi tim yang menyehatkan, diperlukan pula bayam, brokoli, buncis, polong, kedelai, ikan, dan apa lagi lainnya seberapa lengkap bisa dimasukkan. Ingat ibu-ibu Jepang membuat nasi tim bagi anak yang serba lengkap.

Berbeda dengan tubuh orang dewasa, anak membutuhkan jenis-jenis lemak tertentu untuk bertumbuh, lebih besar dibanding untuk pembakaran menjadi kalori semata. Maka lebih penting pilihan jenis lemak ketimbang porsinya. Kita tahu sumber lemak berasal dari bahan nabati sama banyaknya dengan lemak hewani, khususnya dari ikan.

Kita tahu porsi asupan lemak dibanding porsi karbohidrat harus jauh lebih sedikit. Begitu juga porsi protein. Bila porsi lemak melebihi kebutuhan, bukan saja menjadikan menu harian tidak seimbang, pencernaan anak juga tidak tahan menerimanya.

 

Lemak jenuh dan kolesterol

Kandungan lemak selain trigleseride dan asam lemak, juga ada jenis lipoprotein bila itu sudah beredar di dalam darah. Lemak yang kita konsumsi, apa pun wujud dan jenisnya, akan dipecah-pecah menjadi pecahan sesuai dengan kebutuhan. Ada lemak untuk menjadi gajih, lemak disimpan di hati, lemak yang beredar dalam darah sebagai alat transportasi vitamin dan zat lainnya. Dalam metabolisme tubuh yang normal, lemak dipecah menjadi berbagai jenis raksinya yang beredar dalam darah dengan nilai yang normal tertentu.

Apabila metabolisme lemak dalam tubuh mengalami gangguan, baik karena faktor turunan, atau karena asupan lemak berlebihan, makan profil lemak atau yang disebut lipid dalam darah menjadi abnormal nilainya. Dengan mendeteksi nilai abnormal fraksi lemak dalam darah kita mengetahui jenis penyakitnya. Kelebihan kolesterol, misalnya.

Lemak yang kita konsumsi, yang alami maupun yang buatan (minyak goreng, minyak trans,minyak kelapa), akan menjadi trigliseride, dan kolesterol serta fraksinya. Ada kolesterol jahat bila berlebihan (LDL) dan ada kolesterol baik (HDL). Selama kandungan dalam darah masih dalam batas normal, lemak atau lipid itu tidak berdampak buruk.

Di antara jenis lemak yang kita konsumsi, berbeda-beda jenis lemaknya. Ada lemak jenuh (saturated fatty acid) dan ada juga lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid). Tentu lemak tak jenuh lebih menyehatkan daripada lemak jenuh. Kendati begitu kita tetap membutuhkan lemak jenuh juga. Propori asupan lemak jenuh tidak lebih banyak dari lemak tak jenuh.

Lemak jenuh danlemak tak jenuh bukanlah kolesterol. Minyak goreng, margarin, gajih, santan, tergolong lemak jenuh, tapi bukan kolesterol. Sedang jeroan, dan telur, tergolong makanan yang tinggi kandungan kolesterolnya. Demikian pula dengan udang, cumi, dan kepiting.

Namun walaupun demikian bukan berarti tubuh kita sama sekali harus bebas dari asupan lemak jenuh dan koleserol. Oleh karena tubuh tetap membutuhkan kedua jenis lemak itu asal tidak berlebihan. Sedang lemak tak jenuh seperti minyak ikan (omega-3) dan minyak nabati (vegetable oil) yang menjadi sumber omega-6, yang tergolong menyehatkan, boleh dikonsumsi lebih bebas dibanding lemak jenuh dalam gorengan.

Sama halnya dengan orang dewasa, agar tubuh anak menyehatkan, barang tentu semua jenis makanan yang kaya akan lemak jenuh tidak dikonsumsi lebih banyak dari makanan yang berlemak tak jenuh. Gorengan tidak boleh lebih banyak daripada minyak zaitun, minyak jagung, minyak biji matahari, alpukat, dan durian.

Kualitas asupan lemak dalam menu harian menentukan kesehatan anak kelak setelah dewasa. Bila menu harian meja makan ibu lebih dominan lemak jenuhnya ketimbang lemak tidak jenuhnya, dan berlebih pula menu berkolesterolnya, tentu tidak lebih menyehatkan dibanding bila menunya kebalikan dari itu. Itu semua terletak di tangan ibu. Nasib kesehatan keluarga sebagian besar ditentukan oleh apa isi meja makan rumah setiap harinya.***

Share artikel ini:

Artikel Terkait