Snack Sehat buat Bayi

Snack juga diperlukan, agar lambung tidak terlalu lama dalam keadaan kosong. Selain itu snack juga mengisi tambahan kalori, di samping vitamin-mineral juga. Oleh karena memang bukan untuk menambah kecukupan kalori belaka, maka pilihan snack juga menentukan kualitas gizi harian bayi dan anak. Untuk itu, sebaiknya bukan sembarang asalan snack yang layaknya diberikan buat bayi. Yang seperti apakah yang menyehatkan itu?

MASALAH pilihan snack zaman sekarang sebetulnya muncul bukan lantaran terbatasnya pilihan yang menyehatkan, melainkan sukarnya memilih jenis snack yang menyehatkan di antara begitu banyak pilihan snack jadi di pasaran. Kita melihat begitu beragam jenis snack dijual di pasaran yang belum tentu semuanya tergolong aman dikonsumsi bayi.

Sayangnya tidak semua snack yang dijual di pasaran, bahkan yang dialamatkan buat konsumsi bayi sekalipun ada label apa saja kandungan isinya. Karena di mata medis tidak semua bahan apa saja dalam snack baik dikonsumsi bayi. Terlebih kalau melihat jenis snack industri rumahan.

Kita tahu pada masa umur bayi tidak diperkenankan menambahkan zat tambahan makanan (aditif) jenis apa pun. Semakin serampangan snack diproduksi tanpa mengabaikan aturan bahan berbahaya bagi tubuh bayi, semakin harus dijauhkan dari menu harian bayi. Tambahan bumbu penyedap, dan garam dapur dalam snack, misalnya, perlu diwaspadai.

Yang polos alami
Maka snack yang menyehatkan bayi itu yang bersifat polos, tanpa bahan tambahan seperti garam dapur, pewarna, pengawet dll. Selain tiada manfaat gizinya, jenis bahan tambahan dalam makanan juga dapat ”merusak” tubuh bayi. Kelebihan garam dapur, ketika ginjal bayi belum berfungsi sempurna, justru memberatkan beban ginjal. Termasuk jika ditambahkan juga bahan pengawet, pewarna, dan penggaring dan perenyah makanan.

Apabila semenjak usia bayi tubuhnya sudah dicemari oleh bahan-bahan kimiawi dalam makanan yang bukan saja tidak diperlukan, melainkan bisa ”merusak”, atau mengganggu fungsi tubuh, maka semakin berat beban yang harus dipikul tubuh di kemudian hari setelah bayi dewasa nantinya. Timbunan logam berat yang mencemari laut, sehingga segala produk laut, seperti kerang, ikan, rumput laut sudah berlebihan kandungan logam yang tak menyehatkan badan itu sejak usia bayi. Sebut saja kerang hijau di teluk Jakarta yang kebanyakan sudah tercemar logam berat cadmium, dan plumbum, misalnya, selain kemungkinan cemaran merkuri, tak pantas dipilih.

Bertahun-tahun mengonsumsi makanan yang tercemar logam berat, akan tiba waktunya tubuh mengalami keracunan bahan yang berpotensi merusak tubuh, selain berisiko mencetuskan kanker juga. Maka sejak usia bayi, tugas orangtua menjauhkannya dari menu harian mereka.

Maka seberapa mungkin, pilihlah jenis snack yang selain tidak diimbuhi bumbu, dan macam-macam bahan tambahan makanan, pilihlah juga penganan yang berasal dari alam, seperti talas, ubi, kentang, bit, dan jenis umbi-umbian lainnya, termasuk ketela, gadung, dan sejenis itu lainnya. Kita juga dapat memanfaatkan kacang-kacangan yang banyak jenisnya, selain padi-padian yang biasa dibuat menjadi sereal.

Bukan penganan olahan
Zaman yang membuat semua penganan orang modern menjadi serba instan. Penganan produksi pabrikan karena mengejar kebutuhan pangan dan penganan kini menjadi semakin produksi massal. Untuk itu penganan harus melalui proses pengolahan dengan mesin, dan bahan kimiawi. Dalam perjalanan proses pengolahan penganan ini, sejumlah kerugian gizi, mungkin terjadi, selain menimbulkan masalah baru bagi tubuh.

Selain bahan makanan pembuat penganan rata-rata sudah tidak segar lagi, dan diproses melalui pemanasan tinggi, ada tambahan pengawet, pewarna, dan penyedap juga. Begitu galibnya sosok penganan buatan pabrik, maupun yang rumahan.

Sebagian besar zat gizi yang terkandung dalam bahan pokok pembuat penganannya sudah hilang, dan zat yang sebetulnya tidak diperlukan dan berpotensi tidak menyehatkan malah ditambahkan. Maka kalau dihitung, hampir semua jenis penganan olahan, buatan rumahan sekalipun, belum tentu lebih menyehatkan dibanding penganan buatan sendiri.

Untuk penganan bayi buatan pabrik bermerk (branded) tentu dapat lebih dipertanggungjawabkan keamanannya untuk dikonsumsi, dibanding yang produksi rumahan. Sebut saja soal minyak goreng yang dipakai, pemanis yang dipilih, dan cara mengolahnya apakah higienis, juga masih perlu dipertanyakan. Minyak goreng trans, atau minyak jelantah tidak lebih sehat dari minyak jagung atau minyak zaitun, dan bukan pula memakai minyak jelantah.

Biskuit tergolong jenis snack yang cocok untuk usia bayi, karena mengandung cukup lengkap nutrien dibanding jenis penganan lainnya. Ada terigu sebagai sumber karbohidrat, selain gula, dan susu, Jika biskuit buatan pabrik, tentu sudah ditambahkan zat gizi penting lainnya, termasuk vitamin dan mineral juga.

Namun tidak semua biskuit sama kandungan gizinya, selain sama kualitasnya sebagai sebuah biskuit untuk bayi. Sifat kelengketan biskuit di mulut bayi juga perlu dipertimbangkan sebelum telanjur salah memilihnya. Jenis biksuit yang menyisakan kelengketan dalam mulut, lalu melekat di gigi, tidak lebih menyehatkan dibanding biskuit yang kelarutannya di mulut terbilang tinggi. Biskuit yang tidak menyisakan lengket di mulut yang harus dipilih. Biskuit jenis ini larut sempurna dalam air.

Banyak cara membuat snack sendiri
Ya, sebetulnya banyak cara membuat snack sendiri di rumah, baik buat bayi maupun keluarga. Kita memiliki cukup beragam bahan baku untuk membuat penganan bayi, seperti tepung beras, pisang, ubi merah, talas untuk dijadikan penganan tanpa harus menambahkannya dengan aneka bumbu atau bahan tambahan makanan yang selain tidak ada manfaatnya, berisiko merugikan kesehatan pula.

Talas, ubi, pisang tanduk, pisang uli setelah direbus dan kemudian diulek sampai lembut, tergolong jenis snack yang menyehatkan. Kita juga dapat mengolahnya dari kentang, ditambahkan kacang tanah, kacang hijau, jali-jali, atau ketan hitam. Mungkin mengolahnya menjadi bubur yang ditambahkan gula merah (bukan gula pasir), atau madu, juga sungguh menyehatkan.

Kerupuk dan sejenisnya amat disukai bayi yang sudah bergigi, selain ditagih kebanyakan anak-anak kita. Rasa renyah, dan citarasa gurih, sangat mengundang selera. Padahal kerupuk umumnya terbuat dari sagu yang ditambahkan penyedap, dan zat warna yang belum tentu aman bagi kesehatan. Tambahan pewarna tekstil (rhodamine-B) dalam kerupuk murah buatan rumahan bukan rahasia umum lagi, sebagaimana ditambahkan dalam saud tomat, sirop dan limun murah produksi rumahan, perlu diwaspadai. Pewarna ini tidak aman untuk tubuh manusia.

Sejelek-jeleknya snack buatan sendiri di rumah, kendati kurang sedap dibanding yang dijual di pasaran, mengajarkan lidah anak tidak terbius oleh cita rasa penyedap, sehingga kemudian anak tidak meninggalkan jenis menu dan penganan rumah yang sebetulnya lebih menyehatkan, dan tidak ”merusak” badan itu. Kita tahu lidah anak sekarang telanjur terbentuk salah oleh berbagai jenis menu di luar rumah. Termasuk oleh jenis snack di pasaran, yang belum tentu semuanya aman untuk secara rutin dikonsumsi. Termasuk yang dikonsumsi untuk bayi.

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait