Tips membuat makanan cepat saji yang bernutrisi: Burger

Bunda tentu akan selalu membuat hidangan yang terbaik untuk buah hatinya. Hidangan yang bergizi, sehat, mengenyangkan juga menyenangkan adalah tujuan yang dapat dicapai dengan penyajian burger.

Burger (kependekan dari hamburger) atau roti lapis daging pipih berasal dari kebudayaan masyarakat Amerika Serikat yang telah menjadikan burger sebagai bagian dari keseharian mereka karena proses pembuatannya praktis dan menjadi cemilan yang sering dimakan bersama kentang goreng. Kita biasa menyebut burger sebagi roti isi, sedangkan kata “ham” sendiri ditinggalkan karena sebagian besar produksi burger di Indonesia menggunakan daging sapi halal.

Untuk menyajikan burger di rumah, kita bisa membeli daging olahan yang siap masak atau membuatnya dari daging cincang lalu ditambahkan bumbu.

Tips kali ini akan lebih menekankan burger rumahan yang sehat dan disiapkan sendiri dari bahan yang mudah didapatkan. Jika ditangani dan disiapkan dengan baik, rasanya tidak akan kalah dibandingkan dengan burger buatan restoran cepat saji. Silahkan dicoba:


  • Daging burger dibuat dari daging cincang atau daging giling. Semakin halus gilingan, daging burger akan semakin padat dan tidak mudah hancur sewaktu dimasak.
  • Komposisi bahan yang ideal adalah daging murni 70% dan 30% daging yang memiliki lemak.
  • Lemak yang mencair ketika dimasak nanti akan membuat daging tidak menempel pada wajan yang rata.
  • Daging sapi yang dapat digunakan antara lain sampil/leher sapi (chuck), sengkel, sancan (flank), atau tenderloin yang mengandung sedikit lemak.
  • Bahan pengawet tidak diperlukan. Bumbu yang biasa ditambahkan adalah bawang bombay cincang, garam dan merica.
  • Untuk rasa yang lebih baik, tambahkan bumbu perasa bubuk/beef stock ke dalam gilingan daging sebanyak 2 sendok teh untuk setiap 500gr daging.
  • Tepung roti dapat ditambahkan ke dalam gilingan daging agar daging lebih empuk.
  • Bahan tambahan dalam daging harus dicampur sebelum dimasak.
  • Ketebalan daging burger dapat ditentukan sesuai selera.
  • Jangan pernah menekan daging burger yang sedang dimasak dengan sotil karena daging tidak akan matang secara rata.
  • Lama pemasakan bergantung pada "isi" dari daging burger. Jika daging banyak mengandung lemak maka pemanggang atau wajan tidak perlu diberi banyak minyak.
  • Wajan idealnya terbuat dari baja hitam. Sewaktu daging dimasak, daging akan mengeluarkan desis yang halus. Jangan gunakan api yang terlalu panas
  • sehingga daging bagian luar gosong tapi di dalam masih setengah matang.
  • Tergantung dari tebalnya daging burger, pemasakan dengan api sedang akan memerlukan waktu 3-4 menit tiap sisi atau lebih lama lagi hingga matangnya merata.
  • Satu catatan lagi untuk menghindari daging burger menempel pada wajan, taburkan garam di atas wajan sebelum meletakan daging. Selain menambah rasa, garam juga mempertahankan cairan dalam daging sehingga tetap empuk dan tidak kering.
  • Jika menggunakan lemak padat untuk memasak burger, lemak harus meleleh sepenuhnya sebelum daging burger dimasak.
  • Untuk eksplorasi daging,  selain sapi bisa juga menggunakan ayam, sapi muda dan domba. Bumbu tambahan bisa menggunakan bubuk cabai/paprika, pala dan peterseli segar yang dicincang.
  • Jika ingin daging burger matang dengan sempurna, gunakan api kecil dan tutup wajan selama proses masak. Daging burger akan matang dalam waktu sekitar 10 menit, bergantung tebalnya daging.
  • Untuk pemasakan a la barbecue, ada 2 macam pilihan yaitu: api langsung layaknya sate di atas bara, dan api tidak langsung dengan menggunakan alas seperti alumunium foil.
  • Burger bisa dipanggang langsung di atas api untuk ketebalan kurang dari 4cm. Selalu tutup tungku barbecue agar hidangan cepat matang dengan rata dan tidak gosong. Tidak perlu sering dibuka atau diintip, gunakan timer dapur untuk waktu pematangan yang standar.
  • Jangan lupa memanggang bagian dalam roti yang akan digunakan untuk meletakan daging burger agar tidak cepat jadi basah karena minyaknya.
  • Untuk sayuran, gunakan daun selada sebagai alas dari tambahan lain seperti potongan tomat atau bawang bombay. Daun selada selain memberi kesegaran juga mencegah air dari bahan lain meresap dan membasahi roti.
  • Dan untuk saus, gunakan sesuai selera seperti tomat, sambal, mayonnaise, barbecue atau mustard. Agar mudah dan tidak terkesan asal jadi, batasi hanya menggunakan dua jenis saus; lainnya agar ditentukan langsung oleh yang menikmati.
  • Terakhir untuk penggunakan keju, gunakan keju lembaran yang diletakan di atas bagian daging yang matang. Keju akan meleleh atau mencair dengan sendirinya, jadi letakkan setelah daging matang dengan baik.

Selamat menikmati sensasi dan pengalaman bersantap burger yang tidak kalah dengan sajian menu berkelas restoran internasional!

Share artikel ini:

Artikel Terkait