Tips Membuat Hidangan Yang Menggugah Rasa Lapar Anak

Salah satu keinginan orangtua adalah agar buah hatinya selalu mendapat nutrisi terbaik dari hidangan yang disajikan.

Sayangnya, setelah si Kecil punya preferensi atas hidangan tertentu, sesi bersantap jadi semacam uji mental dan kesabaran bagi orangtua. Maksud dan tujuan mulia orangtua agar anak mendapat nutrisi yang terbaik didalam masa pertumbuhan jadi hal yang sulit diterima si Kecil.

Alhasil kompromi dengan anak sering menjadi jalan tengah, anak diberikan hidangan ringan yang memiliki rasa populer dan bentuk lucu agar hidangan utama dikonsumsi. Tapi karena sikap kompromi inilah para orangtua terjebak dalam situasi yang tidak menguntungkan dan mengakibatkan terganggunya asupan gizi yang dibutuhkan si Kecil. Bila Anda sedang menghadapi atau pernah mengalaminya.

Jangan berkecil hati! Beberapa tips atau catatan di bawah ini dapat menjadi inspirasi serta memberi ide bagaimana cara mengolah hidangan yang dapat menggugah rasa lapar si Kecil atau menarik perhatian buah hati Anda untuk mencoba hidangan yang sudah Anda siapkan.

  • Disiplin merupakan kunci utama dari program pemberian makan bagi si Kecil. Tentukan jam makan yang teratur dan juga tempat bersantap dalam rumah, yaitu ruang makan.
  • Beri contoh kepada si Kecil dengan mematuhi aturan yang Anda buat sebagai orangtua, bantu si kecil untuk mengikutinya dan beri apresiasi juga teguran yang sesuai.
  • Pastikan porsi dan gizi yang tepat bagi si Kecil, carilah informasi yang akurat melalui dokter ataupun ahli nutrisi untuk mendapatkan hasil yang optimal dari hidangan yang Anda siapkan.
  • Seperti halnya mengenal teman baru, memperkenalkan hidangan perlu waktu agar diterima. Jangan putus asa jika di awal perkenalan, hidangan yang Anda siapkan ditolak si Kecil. Mereka, pada akhirnya akan menyantapnya karena rasa lapar, jadi penolakan  bukanlah kata akhir.
  • Sajikan sayuran dalam bentuk salad dedaunan dengan penambahan bahan yang sudah dikenal oleh si Kecil, seperti potongan apel, pisang, jeruk atau bisa juga keju dan daging.
  • Kupas dan potong buah, serta simpan dalam lemari pendingin agar mudah disantap sesuai kebutuhan.
  • Es batangan buatan sendiri dapat dibuat dengan menggunakan jus buah dan potongan buah segar. Kemudian dapat dihidangkan sebagai cemilan atau hidangan penutup.
  • Variasikan dengan sate buah, yang dibuat dengan kombinasi buah potong yang ditusukkan pada batang bambu, akan membantu si Kecil mengenal variasi jenis buah-buahan.
  • Berikan cerita tambahan sebagai penyemangat agar si Kecil mengerti alasan ia harus makan; misalnya untuk anak laki-laki, sayur dan hidangan bergizi sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan otot, tulang dan tubuh yang ideal. Untuk perempuan, susu dibutuhkan untuk memperoleh rambut yang tebal dan sehat, juga tulang dan kuku yang kuat.
  • Jika si Kecil telah cukup umur, perkenalkan hidangan yang disantap orang dewasa sebagai alternatif. Jangan heran bila mereka akan menyukai beberapa rasa dari sayuran yang selama ini tidak mereka sukai, hanya karena teknik memasak dan penyajian yang berbeda.
  • Sop dapat menjadi jalan pintas untuk memperkenalkan jenis-jenis sayuran karena rasa alami sayuran yang tertutup kaldu gurih dan jenis bahan lain di dalamnya.
  • Ajak si kecil untuk bereksplorasi dengan jenis hidangan lain dengan bersantap di restoran tradisional.
  • Walaupun orangtua memiliki otoritas atas kebutuhan si kecil, tidak ada salahnya Anda mendengar komentar mereka atas hidangan yang disantap. Jika perlu lakukan perubahan, adalah lebih baik memenuhi kebutuhan mereka (bukan keinginan) daripada membuang hidangan dengan percuma.
  • Ajaklah mereka berbelanja dan membantu Anda menyiapkan hidangan di dapur. Ini diharapkan akan memperluas pengenalan si kecil akan jenis hidangan dan bahan makanan.
  • Akhirnya, jadikanlah waktu bersantap menjadi suatu hal yang ceria bukan pemaksaan. Ubah menu atau cara memasak sesuai masukan dari si kecil, lebih fleksibel dan akomodatif selama memungkinkan.

    Share artikel ini:

    Artikel Terkait