Variasi Olahan Daging

Setelah membaca tips tentang memilih potongan daging, simak juga yuk tip dan teknik mengolahnya:

  1. Memotong daging sebaiknya dengan cara melawan arah serat. Dengan cara ini daging akan lebih mudah empuk ketika dimasak.
  2. Sebelum diolah, daging bisa dimarinade dalam campuran beragam bumbu agar daging empuk dan bumbu meresap kedalam potongan daging.
  3. Jangan merendam daging dalam larutan bergaram terlalu lama karena cairan dalam daging akan terserap keluar oleh garam dan menyebabkan tekstur daging kering dan liat. Garam ditambahkan saat akhir ketika masakan daging diolah menjadi masakan.
  4. Mengempukan daging juga bisa dilakukan dengan membungkus daging dengan daun pepaya, atau mencampur dengan potongan nanas. Enzim papain di dalam daun pepaya dan enzim bromelin di dalam nanas membantu mengempukan daging. Bubuk papain dan baking soda juga dapat membantu mengempukan daging. Caranya cukup dengan menaburkan 1 sendok teh bubuk papain atau ½ sendok teh baking powder ke dalam 1 kg daging. Aduk rata dan diamkan selama 1 jam. Daging siap diolah.
  5. Daging bisa diolah dengan cara digoreng, ditumis, dibakar, direbus atau dipanggang. Masing-masing teknik memasak memiliki cita rasa yang berbeda. Yang perlu diperhatikan adalah, jangan memasak daging terlalu lama karena tekstur daging akan menjadi liat karena sifat protein daging yang akan mengkerut ketika dimasak terlalu lama.
  6. Mengolah hidangan daging sebaiknya disesuaikan jenis potongan dagingnya.  Seperti daging tetelan cocok untuk membuat rawon, daging has dalam lebih tepat diolah menjadi empal, sate atau steak, sedangkan buntut cocok diolah menjadi sup.
  7. Jika bosan mengolah daging sapi utuh, cobalah dengan cara mencincang daging hingga lembut. Daging sapi cincang bisa diolah menjadi galantine, rollade, bakso, burger atau menjadi nugget daging.

 

Tip Memilih dan Menyimpan Daging

 Selanjutnya, cek juga bagaimana memilih daging agar terhindar dari efek kesehatan yang tidak diharapkan dan bagaimana menyimpannya agar awet dan tahan lama.

  1. Daging sapi yang baik berserat halus, berwarna merah, tekstur kenyal, tidak berlendir, tidak ada bercak kehitaman, titik lemakmerata, dan tidak berair.
  2. Perhatikan lemak daging, lemak daging krem keputihan berarti daging baru, sedangkan lemak daging berwarna kuning dan keras serta daging keabu-abuan berarti daging lama.
  3. Daging beraroma segar khas daging, pilih yang terbebas dari kotoran.
  4. Sebisa mungkin beli daging di penjual daging berpendingin. Suhu ruang dingin menjaga kualitas daging tetap baik. Jika membeli daging di pasar tradisional maupun di suermarket, perhatikan stempelnyadari dinas kesehatan. Daging berstempel menandakan daging berkualitas baik.
  5. Jangan meletakan daging di tempat terbuka karena mudah terkontaminasi dengan bakteri dan menjadi busuk. Simpan di dalam chiller bersuhu 1—5 derajat celcius serta letakan di wadah yang tertutup.
  6. Jika akan disimpan lama, simpan daging di dalam freezer. Keluarkan daging dan letakan di kulkas satu malam jika keesokan harinya akan diolah.

Selamat mencoba!

Share artikel ini:

Artikel Terkait