Warna-warni Beras yang Menyehatkan

Makanan yang sehat berawal dari kecermatan dalam memilih bahan yang segar dan berkualitas baik. Selanjutnya diolah menjadi menu dengan gizi yang seimbang agar tubuh menjadi sehat.

Salah satu bahan utama masakan sehari-hari biasanya terdiri dari sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak, vitamin, mineral, dan serat. Masyarakat Indonesia umumnya mengonsumsi beras (nasi) sebagai sumber karbohidrat. Di pasaran banyak dijumpai beragam jenis beras. Seperti beras putih, beras merah, beras cokelat, beras hitam, hingga campuran beberapa jenis beras. Agar menu menjadi beragam, masing-masing jenis beras ini bisa saling menggantikan sebagai sumber karbohidrat. Yuk kita kenali masing-masing jenis beras, cita rasanya, dan kandungan nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Beras Putih 

Beras putih adalah beras yang digiling dan dihilangkan bekatul dan lapisan kulit arinya sehingga beras berwarna putih bersih. Beras putih memiliki rasa yang pulen dan menarik, namun ditilik dari sisi nutrisi beras putih mengandung zat gizi lebih rendah dibandingkan beras cokelat atau beras merah. Beras putih yang baik ditandai dengan butiran yang utuh, berwarna putih bersih, tidak berkutu, dan tidak banyak mengandung kotoran. Cuci bersih beras sebelum digunakan. Jika memungkinkan, gunakan beras organik yang mengandung nutrisi yang lebih baik dan sehat karena tidak terpapar cemaran pestisida. Setiap 100 gram beras mengandung energi 349 kkal, protein 6.8 gram, lemak 0.7 gram, karbohidrat 78.9 gram, kalsium 10 miligram, dan fosfor 140 miligram.

Beras Merah

Beras merah mudah dikenali karena memiliki warna yang kemerahan. Warna merah ini adalah lapisan bekatul atau aleuron yang mengandung gen produsen antosianin, zat yang merupakan sumber warna merah atau ungu.

Seperti beras putih, beras merah juga sumber kalori dan karbohidrat yang baik.

 

 

 

 Beras merah memiliki tekstur yang pera, tidak sepulen beras putih karena beras merah banyak mengandung serat. Beras merah memerlukan waktu memasak lebih lama dibandingkan dengan beras putih. Beras ini cocok dikonsumsi orang yang sedang menjalani diet. Setiap 100 gram beras merah mengandung energi 352 kkal, protein 7.3 gram, lemak 0.9 gram, karbohidrat 76.2 gram, kalsium 15 miligram, dan fosfor 257 miligram.

 

 

 

Beras Cokelat

 

 

 

Beras cokelat sebenarnya beras putih yang masih mengandung kulit ari dan bekatul yang melekat. Kulit ari dan bekatul kaya akan nutrisi, beragam vitamin, mineral, dan serat. Beras jenis ini memiliki tekstur lebih kasar dan tidak sepulen beras putih. Warna beras cokelat terlihat kusam dan jika dipegang banyak serbuk bekatul yang melekat di tangan. Jangan menggosok dan mencuci beras cokelat terlalu bersih karena justru akan menghilangkan lapisan bekatul dan kulit ari yang mengandung banyak nutrisi. Beras cokelat memerlukan waktu memasak yang lebih lama dibandingkan beras putih. Setiap 100 g beras cokelat mengandung kabrohidrat 77.2 g, lemak 2.8 g, protein 7.9 gram, kalsium 23 mg, zat besi 1.4 mg, vitamin B 3 5 mg dan serat 3.5 gram.

 

 

 

Beras Hitam

 

 

 

Termasuk beras yang langka. Beras ini mengandung aleuron dan endospermia yang mampu memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga beras berwarna hitam atau keunguan. Beras hitam biasanya dijadikan sebagai bahan baku kue, jajanan pasar, atau diolah menjadi tepung. Teksturnya agak pera dan kurang cocok diolah sebagai nasi. Beras hitam yang baik butirannya utuh, berwarna hitam mengkilat, dan tidak banyak mengandung kutu.  Setiap 100 gram beras hitam mengandung 76.9 gram karbohidrat, 8.5 gram protein, 0.1 miligram zat besi, 6 miligram kalsium, 1.3 gram lemak, serta 20.1 gram serat.

 

 

 

Beras Ketan Putih

 

 

 

Beras ketan putih banyak digunakan sebagai bahan baku kue, cake, brownies, dan makanan kecil lainnya. Tekstur beras ketan putih pulen karena mengandung amilopektin yang lebih tinggi dibandingkan beras biasa. Selain digunakan utuh sebagai bahan pembuat kue dan masakan, tepung beras ketan juga cukup banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku kue tradisional. Setiap 100 gram beras ketan mengandung protein 7.4 gram, karbohidrat 78.4 gram, lemak 0.8 gram, kalsium 13 miligram, dan zat besi 3.4 miligram.

 

 

 

Beras Ketan Hitam

 

 

 

Meskipun disebut beras ketan, namun tekstur beras ketan hitam tidak sepulen beras ketan putih. Teksturnya agak pera. Jenis beras ini sering diolah menjadi campuran tapai ketan, bubur ketan hitam, dan diolah menjadi bahan baku kue tradisional. Setiap 100 gram beras ketan hitam mengandung 360 kkal energi, 74.5 gram karbohidrat, 2.3 gram lemak, 8 gram protein, 10 miligram kalsium, dan 6.2 miligram zat besi.

 

 

 

Beras Campuran

 

 

 

Di pasaran juga dijual beras dalam kemasan yang mencampurkan beberapa jenis beras, seperti beras merah, dengan beras putih atau beras hitam. Mengonsumsi  beras campuran lebih baik dibandingkan dengan beras satu warna karena masing masing jenis beras memiliki kandungan nutrisi yang berbeda. Dengan mengonsumsi beragam jenis beras maka asupan nutrisi semakin lengkap. 

 

Memasak beras campuran memerlukan waktu lebih lama dibandingkan memasak beras putih karena ada jenis beras, seperti beras merah, yang memerlukan waktu memasak lebih lama dibandingkan dengan beras putih.

 

Yuk, sajikan yang terbaik bagi keluarga tercinta. Pilih yang terbaik sesuai kebutuhan keluarga, dan berikan variasi agar menu harian di rumah jadi lebih beragam.

 

 

Share artikel ini:

Artikel Terkait