Tren Rokok Elektrik, Lebih Aman atau Berbahayakah?

4e82cc1077a257092514903c30724432eba5b56a.jpeg

Rokok elektrik merupakan sebuah alat hirup atau inhaler yang menggunakan baterai dan mampu memberikan nikotin. Organisasi kesehatan dunia, yaitu WHO, menyebutkan bahwa rokok elektrik adalah sistem pengiriman elektronik nikotin. Rokok jenis ini menggunakan listrik dari baterai untuk mengirimkan nikotin yang berbentuk uap. Rokok elektronik dapat disebut juga dengan ENDS atau Electronic Nicotine Delivery Systems.  

Pada tahun 2009, Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Makanan dan Obat di Amerika Serikat mensponsori adanya penelitian untuk mengevaluasi kandungan dalam rokok elektrik. Dalam penelitian tersebut, bahaya rokok elektrik lain ditemukan yaitu Tobacco Specific Notrosamines (TSNA) dan Diethylene Glycol (DEG) yang termasuk racun bagi tubuh.

Dari penelitian di atas, rokok elektrik terbukti belum menjadi alternatif yang baik bagi para perokok agar berhenti merokok, walaupun rokok elektrik pada awalnya ini pernah disebut-sebut sebagai alat untuk mengurangi kadar nikotin secara bertahap.

Rokok elektrik pada awalnya diperkenalkan sebagai produk yang berpotensi untuk melindungi para perokok dari bahaya rokok biasa. Rokok elektrik juga dipasarkan sebagai salah satu cara untuk mendapatkan nikotin tanpa menghirup asap yang dapat menimbulkan penyakit kanker dan juga jantung.

Rokok elektrik mulanya dirancang pada tahun 2003 oleh Hon Lik, seorang apoteker asal Tiongkok. Satu tahun kemudian, perusahaan dimana Hon Lik bekerja berinvestasi terhadap ide Hon Lik tersebut dan memasarkan rokok elektrik untuk pertama kalinya di Tiongkok. Rokok elektrik ini kemudian populer dan akhirnya pemasaran pun menyebar ke negara-negara lainnya di dunia.

Setelah menjadi fenomenal tersebut, rokok elektrik akhirnya diteliti. Bahaya rokok elektrik mulai diperhitungkan dan rokok elektrik pun diuji keamanannya bagi kesehatan.  Ternyata, The U.S Surgeon General menemukan bahwa rokok elektrik tetap memiliki dampak negatif bagi penggunanya. Bahaya rokok elektrik ini di antaranya adalah beberapa zat kimia, seperti nikotin, senyawa karbonil, serta senyawa organik yang mudah menguap.