vote

Pengaruh Suara Ibu Pada Bayi

Bayi memiliki kemampuan menerima rangsang dari luar.

  • Rate Artikel ini
Bayi memiliki kemampuan menerima rangsang dari luar. Kemampuan bayi dalam menerima rangsang ini bahkan sudah ada sejak bayi masih berada dalam kandungan. Banyak penelitian membuktikan bahwa janin sudah dapat mendengar suara-suara, baik yang berasal dari dalam, maupun dari luar rahim ibunya. Adanya kenaikan kecepatan detak jantung janin pada saat ibunya berbicara, merupakan suatu bukti bahwa janin sudah dapat mengenali atau berespon terhadap suara ibunya.

Selanjutnya, pada dua tahun pertama kelahirannya, bayi akan sangat peka terhadap rangsang pengindraannya. Sejalan dengan tahapan perkembangan pemahamannya, maka bayi akan memperoleh pemahaman terhadap sesuatu melalui penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak langsung.

Suara, sebagai salah satu bentuk rangsang terhadap indra pendengaran merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan bayi. Karena melalui mendengar suara, seorang bayi akan belajar banyak hal, seperti belajar bicara, berinteraksi, dan berkomunikasi.

Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa bayi lebih menyukai suara ibunya sendiri dibandingkan suara orang lain. Hal ini dapat dimengerti, karena secara kodrati, ibu lah yang telah mengandung dan menyusuinya. Sosok ibu menjadi lingkungan pertama dan terdekat bagi bayi, yang secara otomatis suaranya akan cenderung lebih disukai ketimbang suara orang lain yang masih asing.

Dengan adanya kesukaan bayi terhadap suara ibunya, maka tidak mengherankan kalau ibu menjadi sosok yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Pengaruh terhadap kemampuan sosialisasi, komunikasi dan emosi

Seorang ibu yang berbicara dengan lembut, sabar dan penuh kasih sayang serta tanggap terhadap kebutuhan bayinya, akan membuat bayi merasa tenang, aman dan nyaman. Rasa tenang, aman dan nyaman ini sangat baik bagi perkembangan emosi bayi. Selanjutnya hal ini akan memungkinkan bayi untuk membentuk pola dasar interaksi yang ditandai dengan rasa percaya terhadap orang lain. Hal ini akan sangat berguna kelak dalam mengembangkan kemampuan sosialisasi dan komunikasinya.

Pengaruh terhadap kecerdasan anak.

Pada tahun pertama kelahirannya, otak bayi akan berkembang dengan sangat cepat dibandingkan pada usia-usia lainnya. Peranan suara ibu pada tahapan ini adalah sebagai stimulan yang dapat mengoptimalkan perkembangan kognitif mereka.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Bradley & Caldwell, suara ibu yang bernada akrab, jelas pengucapannya, mengandung penjelasan-penjelasan atau upaya memperkenalkan suatu pengetahuan atau ketrampilan, akan memberi pengaruh yang lebih besar bagi perkembangan bayi, khususnya dalam meningkatkan intelegensinya. Karena cara bicara ibu yang demikian, akan memberikan pesan yang kuat pada diri anak, sehingga cenderung lebih diingat dan lebih mudah dipahaminya.

Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa suara ibu berpengaruh pada perkembangan berbagai potensi kemampuan bayi, seperti emosi, sosial, komunikasi dan fungsi kognitif.

Suara ibu sebagai salah satu bentuk stimulasi sensorik, merupakan suatu yang sangat dibutuhkan oleh bayi sejalan dengan tingkat pemahaman bayi yang masih terbatas pada hal-hal yang diperoleh melalui pengindraannya. Agar suara ibu dapat benar-benar menjadi stimulan yang dapat mengoptimalkan tumbuh kembang bayi, maka stimulasi hendaknya diberikan dengan kualitas yang baik, seperti bernada lembut, akrab, jelas dan menarik perhatian sang bayi. Selain itu dalam pemberian stimulasi hendaknya dilakukan dengan cara yang sabar, cukup sering dilakukan dan penuh perhatian serta kasih sayang.

Usahakan pada 2-3 tahun pertama kelahiran bayi, Ibu lebih banyak meluangkan waktunya untuk selalu “dekat” dengan bayinya meskipun sudah ada baby sitter yang membantu mengasuhnya.