vote

Serba-Serbi Hari Kasih Sayang, Bunga & Coklat Valentine Tak Boleh Terlewat

Di antara bulan dan hari yang lain, tahukah Ibu mengapa Hari Valentine jatuh pada 14 Februari? Dibalik perayaannya yang cenderung berkaitan dengan sukacita, Hari Valentine sebenarnya memiliki sejarah yang menyedihkan.

  • Rate Artikel ini

Di antara bulan dan hari yang lain, tahukah Ibu mengapa Hari Valentine jatuh pada 14 Februari? Dibalik perayaannya yang cenderung berkaitan dengan sukacita, Hari Valentine sebenarnya memiliki sejarah yang menyedihkan.

Pada zaman Romawi kuno, Kaisar Claudius II melarang adanya pernikahan. Ia berpikir bahwa para tentara yang tidak menikah dapat bertarung lebih baik daripada tentara yang menikah. Tidak setuju dengan pendapat sang kaisar, Valentine, yang merupakan seorang pendeta, diam-diam menikahkan pasangan. Akibat perbuatannya tersebut, Valentine dipenjara dan dieksekusi pada tanggal 14 Februari. Beberapa ratus tahun setelahnya, 14 Februari dirayakan sebagai hari kasih sayang sebagai bentuk penghargaan terhadap Valentine.

Perayaan Hari Valentine masih tetap semarak hingga saat ini. Bahkan, perayaannya kini disertai oleh berbagai perlengkapan unik, seperti bunga dan coklat. Bunga awalnya dijadikan sebuah alat untuk menyampaikan pesan yang bersifat non-verbal. Pada awal tahun 1700-an, Charles II dari Swedia memperkenalkan “Language of Flowers”  di Eropa yang berisi arti dari berbagai bunga, termasuk arti mawar merah yang dikaitkan dengan rasa cinta. Saat ini, memberikan bunga pada acara spesial dapat diartikan sebagai lambang kekaguman dan rasa cinta.

Sebagai makanan yang identik dengan hari kasih sayang, coklat valentine memiliki arti khusus. Coklat valentine pertama dikeluarkan pada tahun 1868 di Inggris. Pada masa tersebut, coklat merupakan makanan yang hanya mampu dikonsumsi oleh orang kelas atas karena harganya yang mahal. Coklat  merupakan salah satu jenis makanan yang bersifat aphrodisiac. Aphrodisiac memiliki keterkaitan dengan mood baik serta perasaan jatuh cinta. Coklat valentine juga mengandung endorfin bernama phenylethylamine yang terbukti dapat meningkatkan mood serta menurunkan resiko stress.

Artikel Terkait

Terbaru