Tumbuh Kembang Gigi pada Anak
vote

Tumbuh Kembang Gigi pada Anak

Perkembangan gigi susu dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Pentingnya memperhatikan tumbuh kembang gigi pada anak, karena gigi juga berharga bagi proses pencernaan.

  • Rate Artikel ini

Perawatan gigi susu sama pentingnya dengan gigi permanennya. Karena kesehatan gigi susu mempengaruhi pertumbuhan si kecil. Salah satunya adalah pembentukan rahang yang berpengaruh pada sistem pencernaan makanan di mulut. Keberadaan gigi susu yang sehat sangat diperlukan anak untuk mengunyah. Bila gigi anak berlubang dan sakit, anak akan malas mengunyah dan malas makan.

Tentu saja hal ini akan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Tumbuh kembang gigi susu juga mempengaruhi pembentukan struktur rahang dan wajah yang akan berpengaruh saat besar nanti. Sebab, gigi susu tumbuh sebagai petunjuk arah bagi pertumbuhan gigi tetap nantinya. Akar gigi susu akan terkikis dengan sendirinya, terganti gigi tetap yang akan tumbuh.

Gigi susu akan goyang secara alami karena akarnya yang menipis dan tanggal sesuai waktunya. Dengan proses itulah maka gigi tetap mendapatkan tempatnya. Tapi, bila gigi susu tanggal sebelum gigi tetap mendekati akar gigi susu, maka gigi tetap akan kehilangan tempat untuk tumbuh. Proses inilah yang membuat gigi tetap menjadi berjejal atau tumbuh tidak beraturan.

Selain itu, gigi yang tanggal sebelum waktunya dapat menyebabkan tulang rahang tumbuh dengan tidak maksimal. Tulang rahang yang tidak tumbuh maksimal bukan cuma membuat sistem pengunyahan makanan di mulut menjadi tidak nyaman, tapi juga mempengaruhi bentuk dan sistem tubuh yang ada di bagian kepala. Lalu, bagaimana cara merawat gigi susu pada anak, agar tumbuh kembang anak tidak terganggu? Dokter Gigi Adibah dalam Teeth & Tooth membagi tips merawat gigi susu.

Baca Juga : Pentingnya Pemeriksaan Gigi Rutin Bagi Si Kecil

Berikut di antaranya, Bu:

1. Biasakan anak menyikat gigi dua kali sehari

Tujuannya tentu untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Biasakan kegiatan ini pada anak, terutama sebelum tidur. Pada awalnya memang sulit, tapi kegiatan menyikat gigi bisa dilakukan dengan cara mengajak anak bernyanyi.

2. Pola makan yang sehat

Anak usia dini biasanya sangat gemar makan makanan kariogenik atau makanan manis dan lengket yang mudah menyebabkan gigi berlubang. Mulailah ajari anak makan makanan berserat seperti buah dan sayur. Kombinasikan makanan sedemikian rupa sehingga anak merasa senang dan terbiasa makan buah dan sayur.

3. Hindari kebiasaan anak minum susu dengan menggunakan dot saat tidur

Karena gigi akan terendam dengan cairan susu tersebut selama ia tidur dan menyebabkan gigi berlubang di banyak gigi. Ajaklah anak untuk bangun dan menyikat gigi atau setidaknya kumur air putih hangat agar susu yang tersisa dalam mulut bisa segera larut.

4. Periksa ke dokter gigi secara rutin

Ajak anak pergi ke dokter gigi sejak dini. Jangan biasakan mengancam atau menghukum anak bila tidak nurut akan dibawa ke dokter gigi ya, karena dengan begitu dokter gigi akan menjadi momok menakutkan bagi anak. Bila memang ada gigi anak yang berlubang, maka dukunglah ia dan berikan semangat agar mau dilakukan penambalan. Bila ada gigi yang sudah goyang atau gigi tetapnya akan segera tumbuh, maka berikan anak dukungan agar berani dan mau dilakukan pencabutan.

Terbaru