Konsumsi makanan bergizi seimbang dan beragam jenis

Mengonsumsi beragam jenis makanan yang mengandung gizi seimbang adalah kunci utama dalam membentuk kebiasaan makan yang baik. Dengan melibatkan anak dalam memilih, membeli dan menyiapkan makanan bergizi seimbang sesuai dengan usianya, serta mendorong konsumsi makanan bergizi di rumah seperti mencontohkan konsumsi beragam jenis makan seperti buah dan sayur, membantu menanamkan kebiasaan baik sejak dini.

Beri Asupan Gizi Sesuai Usia

Kebutuhan gizi anak tentu berbeda dengan orang dewasa, dimana asupan gizi pada 1000 hari pertama menjadi krusial. Sebagai bentuk upaya untuk memberikan informasi mengenai gizi pada usia dini, Nestlé Awal Sehat Tumbuh Sehat memberikan panduan praktis untuk mendukung orang tua dalam membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Dapatkan informasi selengkapnya di

Konsumsi air putih

Air adalah pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan dan mengatur temperatur tubuh, selain itu juga sangat penting khususnya bagi anak yang memiliki aktivitas yang padat dan banyak beraktivitas fisik, apalagi di iklim tropis. Orang tua dan pengajar perlu mendorong anak untuk minum cukup air dari sumber yang aman. Nestlé for Healthier Kids menyediakan informasi dan panduan meningkatkan kesadaran akan penting konsumsi air putih dan menjadikannya kegiatan yang menyenangkan.

Mengatur porsi

Membantu anak dalam memilih jenis makanan dalam jumlah atau porsi yang tepat dalam menanamkan kebiasaan makan sehat. Diadopsi dari Isi Piringku yang diperkenalkan oleh Kemenkes RI melalui buku Pedoman Gizi Seimbang, kami membuat Nestlé Healthy Plate untuk anak dan dewasa untuk membantu masyarakat sebagai panduan dalam mengatur porsi di setiap waktu makan.

Menikmati makan bersama keluarga

Tidak hanya jumlah dan jenis makanan yang anak konsumsi, tetapi dengan siapa, dimana dan berapa lama ia makan juga berperan penting dalam menjalankan pola hidup yang lebih sehat. Makan bersama keluarga membantu orang tua untuk memantau jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi anak. Selain itu, dengan makan bersama tentunya akan meningkatkan interaksi antar anggota keluarga sehingga bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan sosial dan emosional anak.

Aktif bermain

Pola hidup aktif tidak hanya baik bagi kesehatan, tetapi juga memiliki manfaat lainnya bagi anak, seperti membantu mengembangkan kemampuan motorik, kemampuan mengambil keputusan, fokus dan kerjasama. Nestlé for Healthier Kids membantu orang tua dan pengajar dengan memberikan panduan bagaimana memotivasi anak-anak mereka sehingga mereka menghabiskan lebih banyak waktunya untuk bergerak dan mengurangi kegiatan yang lebih banyak dilakukan sambil duduk seperti bermain gadget.

Yuk Ajak Si Kecil Bermain Sambil Belajar

Alasan Si Kecil Harus Aktif & Cara Agar Membiasakannya Aktif Bermain

Saat si Kecil ikut serta dalam olahraga beregu atau aktivitas lain yang memerlukan kerja sama dalam kelompok, ia sedang belajar belajar bekerjasama dengan temannya. Hal ini memberikan banyak manfaat bagi si Kecil. Di usia 7 sampai 13 tahun rasa ingin tahu si Kecil mengenai berbagai hal di dunia semakin berkembang. Di saat yang sama ia pun mulai belajar bahwa ia memiliki pendapat dan keinginan sendiri. Mengingat si Kecil akan sering dikelilingi dengan anak-anak lain ketika mereka beraktivitas, maka mereka perlu belajar melakukan aktivitas bersama-sama. Dan sekali lagi, di usianya ini tentu akan lebih efektif jika diajarkan melalui kegiatan bermain sambil belajar. Berikut ini adalah beberapa aktivitas bermain sambil belajar yang sesuai untuk anak-anak belajar untuk bekerjasama:
 
1.     Lompat tali berkelompok
Jika biasanya si Kecil main tali sendirian, kali ini main tali bisa jadi aktivitas seru untuk bermain sambil belajar bekerjasama. Ibu akan membutuhkan tali yang cukup panjang untuk dimainkan beberapa anak sekaligus. Ujung tali bisa dipegang oleh anak yang lebih besar atau orang dewasa yang akan memutar tali tersebut. Sejumlah anak, kemudian bisa berdiri berjajar di tengah dan melompati tali bersamaan. Mulailah dengan 2 anak saja, kemudian ditambah satu anak lagi dan seterusnya tergantung panjang tali yang digunakan. Aktivitas bermain sambil belajar ini sebenarnya sederhana, tidak membutuhkan banyak alat tetapi membutuhkan koordinasi dan kerjasama yang baik.
 
2.     Mengoper hulahup
Ajak anak-anak untuk berdiri membuat lingkaran. Kemudian kaitkan sebuah hulahup di tangan satu anak dan minta mereka semua bergandengan tangan. Tugas mereka adalah mengoper hulahup dari satu anak ke anak lain sampai hulahup kembali ke anak yang pertama tadi. Tetapi, saat mengoper hulahup anak-anak tidak boleh melepaskan tangan teman yang ia gandeng.
 
3.     Semua masuk lingkaran
Dalam aktivitas bermain sambil belajar ini, si Kecil harus selalu bersama-sama teman sekelompoknya. Pokoknya tidak boleh ada satu orang pun yang ketinggalan. Pertama-tama, Ibu bisa membuat lingkaran agak besar, atau bentuk geometri apapun, dengan menggunakan kapur atau tali. Minta anak-anak masuk ke dalam lingkaran. Akan lebih seru jika anak-anak diminta membawa ‘bagasi’ seakan-akan mereka hendak bepergian bersama, dan semuanya harus bisa masuk ke lingkaran. Setelah berrhasil, buat lagi lingkaran yang ukurannya lebih kecil dan semua tetap harus masuk lingkaran tanpa ada yang tertinggal. Begitu terus sampai akhirnya lingkaran yang dibuat sudah terlalu kecil.
 
4.     Mengoper bola basket
Aktivitas bermain sambil belajar yang satu ini akan lebih baik jika dimainkan di lapangan basket. Minta anak-anak untuk berdiri berjajar di satu sisi lapangan, kemudian berlari ke satu arah yang sama. Lemparkan bola basket ke satu anak. Peraturannya, pemain hanya boleh memegang bola selama 1 detik saja. Artinya, anak harus segera mengoper bola ke anak lain. Bola basket harus berhasil dibawa kembali ke sisi lapangan tempat anak semula berdiri tanpa terjatuh.
 
Masih banyak aktivitas bermain sambil belajar lain yang bisa dilakukan untuk mengajarkan cara bekerjasama pada anak. Tentunya, beda usia memerlukan aktivitas yang agak berbeda supaya lebih efektif. Kegiatan bermain bersama teman, selain untuk aktivitas sekolah dan aktivitas olahraga beregu juga penting diterapkan di rumah untuk kakak beradik, lho.

Artikel Terkait

5 Hal Penting dalam Menyiapkan Menu Sarapan Sehat untuk Si Kecil

Selengkapnya

4 Jenis Minuman Sehat Selain Air Putih untuk Temani Aktivitas Anak

Selengkapnya

Makan Buah Segar, Kering atau Beku. Mana yang Lebih Baik?

Selengkapnya